Dir Krimsus Polda Lampung Bantah Ucapan Kasubdit Cyber Rahmad Mardian Dalam Konfirmasi Media

0
290

BERITAINDONET.COM, Lampung: Setelah Amrullah, seorang Pengadu/Pelapor ke KPK menjadi terlapor di Polda Lampung atas kasus dugaan tindak pidana Krimsus dan pidana krimum, dilanjutkan dengan pemeriksaan terlapor dengan agenda klarifikasi. Polda Lampung beberapa hari lalu telah memeriksa terlapor di Subdit V bagian Cyber Krimsus Polda Lampung.

Kompol Rahmad Mardian, PS Kasubdit V Cyber Polda Lampung

David Sihombing kuasa hukum Amrullah mengatakan dari hasil pemeriksaan banyak hal yang dipertanyakan. Termasuk diantaranya status hak atas tanah yang sedang menjadi pembicaraan hangat yakni objek tanah SHM Nomor 13 dan Nomor 14 yang diduga telah terjadi transaksi antara yang bernama Puncak Indra dan Donny Leimena yakni tanah yang pernah disebut sebagai Pantai Sahara Lempasing atau Qeen Arta. Dikatakan bahwa atas pengungkapan kasus itu mengarah juga pada pemeriksaan Ketua Pengadilan.

“Kami sebagai Tim Kuasa Kukum ramai mendengar bahwa Kasubdit Cyber Rahmad Mardian mengatakan akan memanggil dan memeriksa Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang terkait masalah yang dilaporkan,” ujar David Sihombing, Sabtu (17/10/2020) siang.

Kuasa hukum terlapor ini juga masih kaget atas keberanian Kasubdit menyampaikan saat pemeriksaan. “Makanya kalian konfirmasi ke Direktur bahasa itu apakah atas ijin Direktur atau tidak  karena bahasa itu tidak lazim, baru kali ini saya dengar ada seorang Kasubdit akan panggil ketua Pengadilan, cuman motif panggilan itu kita kurang paham, langsung saja konfirmasi,” tandas David.

Direktur Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Mestron Siboro mengatakan bahwa tidak benar ada wacana memeriksa Ketua Pengadilan.

“Kita baru mengumpulkan fakta-fakta lapangan, sedangkan untuk memeriksa saksi Pejabat terlebih Ketua PN belum ada,” ujar Kombes Pol Siboro saat dikonfirmasi.

Untuk diketahui, Terlapor/Amrullah dilaporkan ke Polda Lampung, setelah pengaduannya ke KPK atas dugaan penyelewengan asset yang terkait Terpidana Satono dan Alay.

Amrullah hingga saat ini belum mendapat dukungan tegas dari Pemerintah yang diberitahukan, hal terbalik, bahkan setelah pengaduannya ke KPK, ia sebagai terlapor dengan 4 Laporan Polisi dari berbagai sumber, termasuk wartawan yang publikasi hasil pengaduan ke KPK dilaporkan ke Polisi di Polda Lampung.

Para Pelapor di Polda Lampung diantaranya para teradu ke KPK yakni para kuasa hukum atau yang pernah kuasa hukum Terpidana Satono Dan Alay, dan dari pihak ketiga sebagai pembeli atas asset yang diduga tersangkut aduan ke KPK berkaitan tanah bermasalah, diduga peruntukan tanah atau hasil tanah tersebut tidak tepat sasaran untuk pengembalian keuangan negara.

Amrulah, Pengadu KPK, sekarang ini dilaporkan dengan 4 laporan ke  Polda Lampung. Pelapor diantaranya Sopian Sitepu Pengacara Kondang, atas laporan UU ITE dengan Laporan Polisi Nomor: LP/-1402/IX/2020/LPG/SPKT tertanggal 14 September 2020. Pelapor Sumarsih yang juga pengacara melaporkan UU ITE dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B-1417/IX/2020/LPG/SPKT tertanggal 16 September 2020. Pelapor Atas Nama Donny Leimena/Pembeli asset yang diduga masuk dalam pengaduan ke KPK melaporkan dua Laporan Polisi yakni UU ITE dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B-1410/IX/2020/2020/LPG/SPKT tertanggal 15 September 2020 dan laporan lainnya atas dugaan pemalsuan dan keterangan Palsu terkait data sita yang diduga masuk asset Alay dan Satono di  Polda Lampung para Terpidana  Korupsi dan Laporan Polisi Nomor: LP/B-1409/IX/2020/Lpg/SPKT tertanggal 15 September 2020 Amrullah dilaporkan atas dugaan pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau pasal 266 KUHP.

Ternyata setelah diteliti, yang dipersoalkan dalam semua kasus Laporan itu ialah berpatokan pada dua Penetapan dengan nomor yang sama dan tahun yang sama.  Pokok masalahnya ialah terdapat perbedaan jumlah objek tanah yang masuk sita dalam kedua penetapan, yang notabene sebagai produk  Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang. Namun Pihak Amrullah melalui kuasanya masih heran kenapa dirinya dilaporkan. (R.1.1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here