Pencegahan Virus Corona, Pemkab Tanggamus Liburkan Sekolah Hingga 31 Maret.

0
29

BERITAINDONET.COM Tanggamus-Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di beberapa wilayah di Indonesia telah ditetapkan sebagai pendemik. Pemerintah juga telah menetapkan sebagai sebagai darurat bencana nasional. Beberapa wilayah bahkan telah meliburkan sekolah dan menunda acara keramaian di wilayahnya.

Tekait penanganan pencegahan penyebaran Covid 19, Pemkab Tanggamus bersama Instansi lainnya seperti Polres Tanggamus, Direktor Rumah Sakit Batin Mangunang dan Satker terkait mengadakan rapat koordinasi menyikapi bencana nasional tersebut.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyampaikan, bahwa Tanggamus merasa perlu melakukan langkah-langkah konkrit dalam upaya pencegahan berkembangnya Covid19 di Kabupaten Tanggamus .

Dalam hal ini Pemkab Tanggamus telah menerbitkan 1 surat pernyataan Bupati 4 4 1/2 5 9 1/2 0/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang tanggap darurat non alam yang didasari atas Keppres nomor 7 tahun 2020. Kedua surat keputusan Bupati nomor b. 15 3/4 0/08/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan corona virus covid 19 tahun 2019. Ketiga surat edaran Bupati Tanggamus nomor 4 4 1/2 5 9 3/15/2020 tanggal 17 Maret tahun 2020 perihal antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus Covid-19.

“Upaya antisipasi dini terkait penyebaran konflik virus corona yaitu gerakan masyarakat hidup sehat atau germas perilaku hidup bersih sehat atau PHBS, pemerintah daerah dan masyarakat dihimbau tidak melakukan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa, peserta didik melaksanakan proses belajar di rumah dengan dibekali modul yang berisikan tugas berupa penyelesaian soal resume dan pelatihan, menjamin ketersediaan bahan pokok di Tanggamus,” jelasnya dalam konferensi pers yang digelar, selasa (17/3).

Dirinya menghimbau agar masyarakat tidak panik dan terus meningkatkan kepedulian terhadap perilaku hidup serta selalu siaga penuh. Diharapkan juga kepada masyarakat agar segera melaporkan bila ada keluhan di masyarakat kepada pemerintah kabupaten Tanggamus melalui Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Tanggamus di nomor telepon siaga bencana BPBD Tanggamus 72272 20251 atau kepada petugas fasilitas kesehatan terdekat.

“Selanjutnya kita juga akan mendapat arahan dari pada bapak presiden, apakah nanti akan diperpanjang masa tanggap daruratnya seperti apa, tapi untuk saat ini yang kami terbitkan adalah menyebutkan anak-anak sekolah dan tetap belajar di rumah sampai tanggal 31,” ungkapnya.

Senada, Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto menghimbau bahwa kegiatan yang bersifat pengumpulan massa dan yang melahirkan kerumunan tidak boleh di laksanakan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. “Ada pelarangan kerumunan hingga waktu yang belum ditentukan,” kata dia.

Terpisah, Direktur Rumah Sakit Batin Mangunang Dian Eka Wati menjelaskan, peralatan medis rumah sakit sudah dilengkapi seoptimal mungkin. Namun pihaknya menjelaskan, bahwa wajib dipahami untuk mendiagnosis covid 19 itu menjadi wewenang dari Litbang kesehatan sampel dan sebagainya tetap akan diambil di rumah sakit rujukan.

“Di Lampung ada empat rumah sakit rujukan, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Rumah Sakit Ryacudu dan Rumah Sakit Ahmad Yani. Kalau kami fungsinya hanya mengisolasi orang yang menjadi diduga sebagai covid19 dan penegakan diagnosis tetap 4 rumah sakit tersebut,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, mengenai mekanisme pembiayaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah dikeluarkan aturan bahwa untuk pembiayaan bisa dikirimkan kepada kementerian kesehatan, sosialisasi terkait hal tersebut dilakukan mulai tanggal 19 Maret.

“Tepatnya kita akan mulai spesifik hanya satu orang penunggu untuk 1 pasien, perlu persiapan khusus pengunjung yang ada di RSUD Batin Mangunang, bukan hanya dari sekitar RSUD, banyak pengunjung yang asalnya dari daerah jauh yang itu juga harus kami pikirkan bagaimana selanjutnya,” punyasnya. (lis/zim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here