Gagap Komunikasi Antara Legislatif dan Eksekutif di Lampung Timur Tangani Covid-19. GEMA P4 : Harus Bersama-sama, Bukan Berjalan Sendiri-sendiri.

0
31

BERITAINDONET.COM Lampung Timur – Dewasa ini hampir semua lingkup kehidupan manusia diwarnai oleh teknologi, salah satunya adalah teknologi informasi , dengan Teknologi Informasi membuat dunia yang luas ini menjadi globus (desa kecil). Teknologi Informasi banyak membantu mereka yang memiliki kepentingan dengan orang banyak. Seperti pemerintah yang ingin menyampaikan kinerjanya kepada masyarakat. Berkat Teknologi Informasi inipun bisa timbul imbal balik saling memberi masukan antara pemerintah dengan masyarakat secara cepat.

Seperti halnya ketika akun facebook Badrun Susanto yang memposting hasil kunjungan kerja di Puskesmas Sumberejo Kecamatan Waway Karya, Dalam Postingannya Badrun Susanto menulis “Menyedihkan memang miris mendengar keluhan mereka hal yang penting tidak terfikirkan masang spanduk setiker di mana-mana diprioritaskan…”. Tulis Badrun di akun FB-nya.

Walaupun tak begitu jelas maksudkan dari postingan Badrun tentang hal yang penting tidak difikirkn masang spanduk setiker di mana-mana diprioritaskan, namun postingan ini mendapat sambutan yang bernada dukungan dari Akun Sopiyan Subing yang mengenakan pakaian Pemuda Pancasila. Dalam Akun Fbnya Sopiyan menulis “Ya diposting sekalian apa yang dibutuhkan, sebenernya kami ingin kinerja yang sestematis dan tuntas setidaknya legeslatif disediakan dana untuk bekerja ….. seperti apa saja contohnya : 1. Ketika Legeslatif mengecam hydran yang tidak berfungsi pada saat kebakaran pasar jepara maka kami rakyat menunggu kelanjutannya kenapa tidak berfungsi siapa yang bertanggungjawab dan bagaimana dengan 4 hydran lainnya yang telah menghabiskan dana miliaran rupiah, 2. Kesiapan Puskesmas menghadapi Covid-19 dimana salah satu puskesmas yang disidak kondisinya memprihatinkan, kami masyarakat menunggu bagaimana kondisi puskesmas lainnya”. Tulis akun FB Sopiyan Subing.

Lalu kemudian pada tanggal 17 April 2020 akun FB Puskesmas Jabung memposting yang bernada membuka peluang Donasi yang sepertinya untuk kebutuhan dalam penanganan Covid-19 berupa Masker, Coverall Jumpsuit, Sarung Tangan, Kaca Mata Google, Sepatu Boots, Multivitamin dan Hand Sanitizier dengan waktu yang bersamaan Pemkab Lampung Timur memutuskan anggaran penanganan covid 19 sebesar Rp. 56 miliar.

Postingan ini mendapat tanggapan dari Alfian bin Mulyo Jadi yang diduga milik seorang anggota legeslatif dari Waway Karya, yang menulis, “Kenapa tdk dilaporkan ke Pemda (gugus tugas covid 19), kan sudah dianggarkan dananya,” dan justru dijawab akun Harto Adirejo “Rencana masker dibagikan ke masyarakat pengunjung puskesmas”.

Dari percakapan di atas tergambar indikasi adanya ketidaklancaran komunikasi antara Legeslatif dan eksekutif di Lampung Timur yang mestinya Alfiansyah bisa menyampaikan informasi itu ke gugus tugas covid 19 yang berada di Kabupaten, juga terbaca koordinasi yang tidak lancar juga dari antar Gugus Tugas yakni Pemkab Lampung Timur dibawah komando Dinas Kesehatan dengan Puskesmas apalagi dengan Gugus Tugas yang ada di Desa maka terkesan tindakan yang dilakukan tidak sama dn berjalan sendiri-sendiri. Sampai berita ini dirilis (22/4) belum ada rilis unggahan lagi tentang sudah terpenuhi apa belum APD yang diposting tersebut. (tim/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here