Desa Braja Luhur ,Tetap Layani Pemudik Dengan Fasilitasi Rumah Isolasi Di Desanya .

0
467


BERITAINDONET.COM
, Lampung Timur : Pemerintah Republik Indonesia diseluruh wilayah terus melakukan berbagai upaya untuk melokalisir penyebaran covid 19 atau corona virus. 


Berbagai upaya dilakukan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota-kota besar, Lockdwon di tingkat RT, Gang dan jalan tertentu, pembangunan posko simpatik di perbatasan, pemeriksaan keluar masuk orang dalam wilayah tertentu, penyemprotan desinfektan ke jalan raya serta fasilitas umum (fasum) sampai ke upaya penyemprotan ke seluruh rumah yang ada didesanya.


 Upaya-upaya tersebut ada yang terstruktur dari pusat sampai ke daerah tetapi banyak juga hasil pemikiran aparatur dan masyarakat setempat. Seperti halnya yang dilakukan oleh Kepala Desa Braja Luhur Supratikno dengan jajarannya yang selalu mengambil langkah lebih maju.Seperti pada hari jum’at sore (10/04/20) mulai dioperasionalkannya Rumah Isolasi. Sejak dibukanya Rumah Isolasi ini sudah menampung 18 Orang dengan rincian 4 Orang dari asal merantau dari Jakarta, 14 Orang merantau dari Jambi. 
Menurut Kepala Desa Braja Luhur ke 18 Orang ini adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang diminta kesadarannya untuk berada di Rumah Isolasi selama 9 jam yang kemudian diperbolehkan untuk melanjutkan kerumahnya masing-masing untuk isolasi mandiri selama 14 hari.Selama di dalam Rumah Isolasi relawan menyediakan makan minum dan Vitamin C serta cek suhu secara berkala.
Sementara ‘ Fasilitas yang tersedia di Rumah Isolasi Desa Braja Luhur ini terdiri dari Relawan lengkap dengan APD yang bertugas selama 24 jam, kamar tidur kapasitas 20 Orang, Kipas Angin, Perlengkapan mandi, Kamar Mandi, Tempat Tidur Layak, TV, Sabun Mandi, Sabun Cuci, serta dapur dengan semua perlengkapannya.
Dihubungi via telpon Kepala Desa Braja Luhur mengatakan semuga kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat maka upaya meloklisir penyebaran covid 19 atau korona virus segara dapat diatasi. “tentu berikutnya yang tak kalah penting adalah kita sejak dini melakukan antisipasi dari dampak ada virus ini yaitu PHK besar-besaran karena tutupnya berbagai usaha di kota-kota besar, saya tidak mungkin melakukan lockdown terhadap warga saya yang diperantauan karena tak mungkin mereka bertahan diperantauan tanpa pekerjaan dan penghasilan”. Jelas Supratikno dengan suara yang tak dapat menyembunyikan kegelisahan dan kesedihan terhadap kondisi yang dialami masyarakatnya (sopiyan Subing/Tim) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here