Total Pembebasan Napi dan Anak Akibat Covid-19 Sebanyak 1.013 Orang.

0
35

BERITAINDONET.COM Bandar Lampung – Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Kanwil Lampung pada hari ini Minggu (5/4) dua Orang WBP Kembali Jalani Program Asimilasi dan Integrasi di Rumah Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 Menyebar Luas.

Hal ink sebagai tindak lanjut Permenkumham No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-10 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19, telah dilaksanakan pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui Asimilasi dan Integrasi sebanyak 2 orang narapidana laki-laki yang berasal dari Rutan Kelas IIB Sukadana.

Sehingga total Narapidana dan Anak yang dikeluarkan dan dibebaskan melalui Program Asimilasi dan Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 dari tanggal 1 s/d 5 April 2020 sejumlah = 1013 orang, dengan rincian sebagai berikut, Laki-laki sebanyak 940 orang, Perempuan sebanyak 18 orang, dan Anak-anak sebanyak 55 orang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Nofli kembali menyampaikan bahwa pengeluaran dan pembebasan warga binaan pemasyarakatan tersebut sudah melalui proses sebagaimana yang ditentukan dalam Permenkumham No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-10 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

“Diantaranya berkelakuan baik, telah menjalani 1/2 (satu per dua) masa pidananya dan 2/3 (dua per tiga) masa pidananya sampai tgl 31 Desember 2020. Dan bukan tindak pidana korupsi, terorisme, narkotika (PP 99 thn 2012) dan bukan WNA,” ungkap Nofli. (afta/zim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here