Terungkap Fakta Baru di Sidang Korupsi Pembangunan RSUD Pesawaran, Ada Fee Proyek Senilai Rp 300 Juta

0
135

BERITA INDONESIA. COM Bandar Lampung-Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan lantai 2 dan 3 RSUD Kabupaten Pesawaran kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis 26 maret 2020 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Dalam persidangan terungkap jika terdakwa Juli selaku rekanan proyek pembangunan mengakui memberikan uang 300 juta kepada mursalin untuk diserahkan kepada Sonny Zainhard Utama sebagai komitment fee atas proyek konsultan yang ia kerjakan.

Salam sidang lanjutan kali ini adalah yang ketiga terdakwa didudukan secara bergantian, di hadapan majelis hakim untuk saling memberikan kesaksiannya untuk satu sama lain terkait perkara yang telah merugikan keuangan negara sebesar 4,8 milyar ini.

Dari keterangan terdakwa Juli selaku rekanan proyek konsultasi perencanaan dan pengawasan kegiatan pengadaan gedung rawat inap lantai 2 dan 3 RSUD Pesawaran didapati keterangan bahwa sebelum adanya lelang dirinya pernah mengadakan pertemuan dengan terdakwa Raden Intan selaku PPK sebanyak 2 kali di tahun 2018.

“Pertemuan tersebut diadakan setelah terjadinya kesepakatan antara mursalin dan terdakwa saya terkait fee yang harus dibayarkan untuk mendapatkan paket proyek konsultasi sebanyak 35 persen dari nilai proyek sebesar 1 milyar 36 juta rupiah,” ungkap Juli.

Juli pun mengakui bahwa dirinya hanya dapat merealisasikan fee tersebut sebesar 300 juta rupiah dan selanjutnya ia serahkan langsung ke mursalin yang diketahuinya pula dari mursalin uang tersebut diserahkan olehnya Sonny Zainhard Utama.

“Nilai proyek yang akan dikerjakannya sebelumnya adalah senilai 1 milyar 36 juta namun setelah berjalannya waktu nilai pagu anggaran berubah menjadi hanya 36 juta rupiah,” kata dia. (rls/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here