Sidang Terdakwa PH 192 KUHP : Saksi JPU Sebut Pertama Subroto Buka Jalan Imam Bonjol,Kedua Turun Batu Lalu Lintas Lancar

0
20

BERITAINDONET.COM,Bandar Lampung: Pengadilan Negeri Tanjung Karang melalui Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Fitri Ramadan dengan Dua anggota Hendri Irawan dan Hastuti Telah melakukan pemeriksaan  Dua saksi atas kasus dakwaan pasal 192 KUHP dengan Dua terdakwa Advokat beserta klien Rabu 21/04/2021.

Dua saksi tersebut sebagai supir pengangkut batu yang dipesan oleh terdakwa satu Subroto bernama Sumar dan Budi. Para terdakwa didampingi oleh lembaga bantuan Hukum Merah Putih dan juga ada lembaga bantuan hukum lainya. Saat sidang dimulai majelis hakim meminta agar tidak semuanya tim kuasa hukum maju ke depan/ruang kehormatan,mengingat protokol kesehatan.

Keterangan kedua saksi ungkap hal selama ini terungkap ke publik saksi budi mengatakan dalam sidang bahwa turunnya batu adalah peristiwa kedua. “Pertama jalan Imam Bonjol dibuka pak Subroto lalu sata turunkan batu dekat TPR ” ungkap Budi pada saat sidang terbuka untuk umum,Rabu 21/04/2021.

Saksi Budi juga menonton video yang diajukan tim kuasa Hukum terdakwa pada saat kondisi sesat batu diturunkan atau kondisi batu belum digeser sama sekali.

“Lancar lalu lintas dalam video itu,benar itu batunya saya tidak tahu siapa yang menutup itu kembali Jalan Imam bonjol ” Jelas saksi.

Budi saat diajukan pertanyaan dari pihak terdakwa terkait keheranan atas adanya pihak tertentu meletakkan plang besi kembali di tengah ruas jalan protokol jalan nasional Imam Bonjol  Jalur lurus dari arah pesawaran Menuju Tanjung karang

Hal serupa diungkap saksi sumar,saksi membenarkan isi video lalu lintas berjalan lancar bahkan melewati TKP yang diduga akibat batu blokir  jalan total,namun fakta dalam sidang susai video lalu lintas lancar di TKP dan kendaraan roda Empat sedang lewat dua baris di TKP.”Ada tiga puluh meter lebar lokasi itu” ungkap saksi.

Untuk diketahui, kasus yang disangkakan sesuai dakwaan dakwaan pasal 192 KUHP karena dianggap menghancurkan jalan umum.

Tim kuasa hukum terdakwa bahwa pasal dakwaan berbeda dengan isi kitab KUHP. Perbedaanya ialah terkait akibat. Dalam dakwaan masih sekedar potensi atau dapat menimbulkan bahaya kecelakaan,sementara menurut kuasa hukum bahwa dakwaan seharusnya tidak layak disidangkan,karena bunyi pasal dan unsur dalam dakwaan berbeda dengan isi kitab. “Dalam isi kitab KUHP, harus timbul bahaya kecelakaan sebagai unsur, ayat 2 nya jika bahaya kecelakaan berakibat matinya orang”,disampaikan tim kuasa hukum dalam eksepsi atas dakwaan yang dibacakan pada sidang kedua sebelumnya.(parulian s/R1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here