Sebar Berita Hoax Covid -19, Warga Bandar Lampung Diamankan Polisi.

0
45

BERITAINDONET.COM, Bandar Lampung : Tim Cyber V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menangkap seorang pelaku penyebar video hoaks di media sosial, terkait virus Corona atau Covid-19.

Jajaran Polda Lampung mengamankan pria berinisial NS (35), warga Tanjung Senang, Bandar Lampung (Balam).

NS diamankan Tim Cyber Polda Lampung lantaran menyebarkan berita bohong berupa video pasien dalam pengawasan (PDP) 01, yang dinyatakan positif Corona dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, dinyatakan telah meninggal dunia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, NS diamankan Tim Cyber di kediamannya, Jalan Bunga Sepatu, Kelurahan Perumnas Way Kandis, Tanjung Senang, Bandar Lampung, Rabu (25/3/2020). “Penangkapan pelaku ini bermula saat tim melakukan patroli di media sosial,” ujar kata Pandra, kepada awak media saat konferensi pers, Rabu sore.

Saat itu, tim menemukan salah satu postingan video dengan durasi sekitar satu menit lebih, dengan caption pendeta yang terkena Covid-19 meninggal dunia di RSUDAM. “Akibat postingannya ini membuat gaduh dan resah masyarakat,” jelas Pandra. NS mengaku awalnya mendapatkan video tersebut dari grup WhatsApp alumni sekolahnya. Setelah itu, video tersebut ia bagikan atau share ke grup RT 11 LK 1 PWK, lingkungan tempat tinggalnya. “Saat dia share ke grup itu, NS menambahkan caption yang belum tentu ada kebenarannya,” terang Pandra.

Mendapat informasi ini, tim langsung konfirmasi ke pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Tujuannya untuk menanyakan apakah yang NS maksud itu benar atau tidak jika pasien 01 yang diisolasi di RSUDAM telah meninggal dunia. “Selanjutnya, yang bersangkutan mengkonfirmasi bahwa pasien tersebut dalam keadaan baik,” ujar Pandra.

Video tersebut NS share pada Selasa 23 Maret 2020, sekira pukul 16.45 WIB. Seketika, video tersebut langsung viral. Terlebih, saat pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyampaikan pasien 01 dalam keadaan sehat.

Setelah itu, tim langsung bergerak dan mencari keberadaan pelaku. Dalam waktu beberapa jam, NS berhasil diamankan. “Adapun maksud dari pelaku melakukan penyebaran video hoaks tersebut hanya untuk diberitahukan ke masyarakat saja. Namun, ia tidak mengetahui bahwa video yang ia sebar ini akan viral,” jelas Pandra.

Hasil penangkapan, tim berhasil mengamankan barang bukti telepon seluler berjenis Android. Akibat perbuatannya, NS dijerat Pasal 14 ayat (2) sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan hukuman maksimal 3 tahun penjara.(rls/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here