Rakyat Tuntut Sangaketa Lahan PTPN VII kabupaten Waykanan Tentang HGU Diduga Perusahaan Bodong

0
56


BERITAINDONET.COM, Way Kanan:Kecamatan Umpu Semenguk-Puluhan masyarakat dari  kampung negeri baru  dan kampung karang Umpu negeri batin Ke  kantor Bupati Kabupaten Way Kanan agar memanggil PTPN VII Blambangan Umpu terkait permasalahan Hak Guna Usaha (HGU).


Berdasarkan pantauan  Senin (26/10/2020), puluhan masyarakat dari tiga kampung yakni Kampung Negeri Baru, Kampung Karang Umpu dan kampung Negeri batin Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, datangi Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi terkait Perusahaan HGU  Elega Alias Bodong PTPN Vll kecamatan Umpu Semenguk Kabupaten wayakanan.

Masa demon mengatakan Kami turun lagi ke jalan menuntut hak kami terkait sengeketa lahan masyarakat dengan PTPN Vll untuk Setop Rencana HGU Peroses HGU perusahaan Nakal.
“Mudah-mudahan permasalahan ini akan menemukan titik terang sehingga apa yang disampaikan masyarakat pada hari ini cepat terselesaikan tanpa merugikan pihak mana pun,” ungkapnya.
Salah satu perwakilan masyarakat Ibrahim, menyampaikan bahwa kedatangan mereka dari berbagai kampung ini ke Pemda Way Kanan untuk menyampaikan aspirasi terkait HGU milik PTPN VII di BLAMBANGAN Umpu sebelum 8 aksi demon harus mengikuti protokol kesehatan covid 19 dan menggunakan masker wajahKejanggalan ketiga, PTPN 7 tidak mampu menunjukkan bukti kepemilikan HGU tidak jelas Selama 39 Tahun  (1981-2020) PTNP 7 kecamatan Umpu Semenguk.
Pak Saipul S.Sos. Sekda kabupaten Waykanan mengatakan kepada masa demon”ini PTPN emng merupakan perusahaan negara, menurut merek, mempunyai hak bukan menurut kita pemerintah wayakanan.
Saat di konfirmasi di kantor  PTPN Vll Pak herlagah  asisten PTPN Vll  bl.umpu Menyampaikan Kepada media Indonesia net” jadi ini urusan kita hanya mengurusi produksi klo seperti HGU itu bukan di kantor kita melain kantor pusat Lampung jadi kita seandainya inspirasinya ditunjukkan sama kita disini kita hanya bisa menyampaikan saja ke pusat ujar.(Heriansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here