Gara-gara Virus Corona, Sebanyak 804 orang Narapidana Dan Anak Dibebaskan!

0
16

BERITAINDONET.COM Bandar Lampung – Merebaknya Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia berdampak dalam semua lini kehidupan, tak terkecuali kehidupan para narapidana di Provinsi Lampung. Total Pelaksanaan Asimilasi dan Integrasi bagi Narapidana dan Anak Wilayah Lampung hingga hari ini sebanyak 804 orang dibebaskan dari Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Hal ini sebagai tindak lanjut Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-10.

Dasar lainnya yakni, Permenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Sedangkan untuk hari Jum’at (3/4), sebanyak 315 orang narapidana dan anak kembali dikeluarkan dan dibebaskan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Nofli menyampaikan, bahwa seluruh narapidana dan anak tersebut dikeluarkan dan dibebaskan melalui asimilasi dan integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan Asimilasi dan Integrasi Lapas/Rutan/LPKA Wilayah Lampung, Jum’at 3 April 2020 Lapas Kotabumi 30 orang, Lapas Khusus Narkotika Bandar Lampung 1 orang, Rutan Menggala 59 orang, Lapas Gunung Sugih 35 orang, Rutan Kotaagung 2 orang, Lapas Metro 30 orang, Rutan Kelas 1 Bandar Lampung ssbanyak 72 orang, Rutan Sukadana sebanyak 38 orang dan Lapas Kelas 1 Bandar Lampung 48 orang.

“Sehingga jumlah total yang dibebaskan dan dikeluarkan melalui asimilasi dan integrasi pada hari Jum’at, 3 April Total sebanyak 315 org,” kata Nofli.

Ia melanjutkan, bahwa para WBP ini meskipun sudah ‘dibebaskan’ tetap mendapatkan pengawasan dari kejaksaan dan pembimbingan dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Perlu disampaikan karena nantinya ketika Narapidana menjalani asimilasi di rumah, ada peran Pembimbing Kemasyarakatan untuk melakukan pengawasan dan membuat laporan perkembangan Narapidana selama menjalani asimilasi di rumah. Kami sangat mendukung program tersebut dengan tujuan terpenuhinya Hak dari Narapidana serta tujuan pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19 dapat tercapai dan terlaksana dengan baik,” kata dia.

Nofli mengingatkan kepada seluruh Kepala Lapas dan Rutan se Provinsi Lampung dalam memberian hak asimilasi dan integrasi warga binaan pemasyarakatan untuk mengikuti prosedur yang ada dalam Permenkumham No. 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-10 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

“Dan program ini tidak ada pungutan biaya, apabila ada oknum yang memanfaatkan program ini untuk melakukan pungutan liar akan saya tindak,” tegas Nofli. (rls/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here