Dugaan Pemalsuan Surat/Tanda Tangan Yang Merugikan Telapor Y

0
18


Beritaindonet.Com,lampung: Bahwa Pelapor melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan Surat/tandatangan Tertanggal 14 Desember 2018 sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/1908/XII/2018/SPKT. 

Bahwa identitas pelapor adalah sebagai berikut: Nama: Yulia Asita, S.H, Umur: 42 Tahun, Pekerjaan: Wiraswasta, Alamat: Perum BKP Blok X No. 175, LK. II, RT: 003, Kelurahan Kemiling Permai, Kecamatan, Kemiling, Kota Bandar Lampung-Provinsi Lampung

Bahwa identitas Terlapor ialah sebagai berikut: Nama: Catur Prasetya Hadist, Umur:44 Tahun, Pekerjaan: Wiraswasta, Alamat: Jalan Harapan Nomor 46, Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung-Provinsi Lampung. 

Terlapor merupakan mantan suami pelapor, yang mana status pernikahan antara pelapor dan terlapor telah putus cerai sesuai Putusan Pengadilan Agama Tanjungkarang Nomor 097/Pdt.G/2017/PA.Tnk, tertanggal 04 Oktober 2017 M, dengan Akta Cerai Nomor: 0991/AC/2017/PA.Tnk, Tertanggal 24 Oktober 2017/4 Safar 1439 H; Putusan cerai dijatuhkan talaq satu ba’in sughro.

Bahwa telapor melakukan tindak pidana pemalsuan surat/tanda tangan dengan cara: 

Pada saat pertengahan tahun 2017, terlapor dan pelapor terjadi cekcok rumah tangga (sebelum bercerai), terlapor dan pelapor pisah ranjang, dan kemudian terlapor mengambil dan menyembunyikan buku lembaran cek dari bank lampung sebagai milik CV. Tiara Indah  Konsultan.
Pelapor menanyakan kepada terlapor keberadaan cek tersebut, akan tetapi terlapor tidak memberikan jawaban yang jelas; lalu pelapor mendatangi bank lampung yang berkedudukan di Jl. Wolter Monginsidi Nomor:182, bandar lampung, dan meminta agar cek milik CV. Tiara Indah  konsultan diblokir karena sedang disembunyikan oleh terlapor. Lalu nank lampung pun segera melakukan pemblokiran atas cek-cek sisa tersebut.

 Alhasil informasi yang diperoleh dari bank Lampung bahwa beberapa cek sudah ada yang dicairkan oleh atas nama catur prasetya hadi (CPH) . Lalu saya diminta membuat surat tertulis pemblokiran untuk menghindari perbuatan Terlapor lebih lanjut. 

Bahwa berhubung masalah yang dibuat oleh terlapor sudah merugikan perusahaan dan adanya masalah hukum, lalu saya mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama tanjungkarang; bergulirnya masalah perceraian menunda saya mengajukan laporan polisi dan pencarian data-data terkait dugaan pemalsuan surat, termasuk adanya masalah yang bercampur aduk antara masalah keluarga dengan masalah hukum. 

Bahwa untuk memastikan adanya uang yang telah diambil terlapor dan adanya pembuatan surat palsu/tanda tangan palsu, kemudian tanggal 5 Desember 2018 saya meminta rekening koran CV Tiara Indah Konsultan, dan setelah diberikan kepada saya rekening koran tersebut, saya mengetahui dengan jelas adanya penggunaan beberapa cek atas nama CV Tiara Indah Konsultan di Bank Lampung. 

Bahwa setelah berdiskusi dengan pengacara saya, memberikan advice bahwa untuk melaporkan seseorang ke polisi harus ada bukti surat atau cek yang diduga dipalsukan tanda tangan, lalu tanggal 10 Desember 2018 saya mengirimkan surat ke Bank Lampung untuk meminta beberapa bukti cek yang saya ingat tidak pernah saya tanda tangan namun ditandatangani oleh terlapor dan di cairkan di Bank Lampung. 

Setelah saya pelajari bahwa tindakan terlapor sangat berbahaya dan merugikan, akhirnya saya laporkan di polda lampung atas dugaan pemalsuan tantangan saya, karena telah digunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here