Urgensi RUU PKS Menjadi Bahan Dialog Publik

0
48

Jakarta ( beritaindonet.com): Berdasarkan data Sistem Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), tercatat 7.275 kasus kekerasan seksual terjadi sepanjang 2018, sehingga Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) diharapkan dapat terealisasikan dalam waktu dekat.

Pemerintah  telah melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan rencana pengesahan pengesahan Rancangan undang-undang terkait, seperti halnya berbagai dialog publik, agar masyarakat luas dapat merespon baik dan memberikan masukan sebelum dilakukan pengesahan.

Acara Dialog telah dilakukan, seperti Media (Media Talk) Kementerian PPPA dengan tema Merespon Dinamika Masyarakat terhadap RUU PKS di Kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat Nomor, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019). Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berharap Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dapat terealisasikan pada Agustus 2019 ini.

Dalam dialog disimpulkan, RUU PKS itu bersifat mendesak. Seperti yang disampaikan Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian PPPA, Vennetia R.Danes, pengesahan harus sudah selesai beberapa bulan ke depan.

“Ini urgent, harus kita selesaikan, Agustus targetnya, ,” ujarnya di Kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Di provinsi lainnya, di Bandung, digelar juga dialog publik beberapa hari lalu atas kepedulian  terhadap hal tersebut. Pemerintah Kabupaten Bandung, DPC Peradi Bandung dibawah kepemimpinan Musa Darwin Pane, serta Polres Bandung melakukan kerjasama dalam bentuk dialog publik dan deklarasi, guna mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Diharapkan, pembuatan naskah akademik dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dirumuskan oleh multi-stakeholder, baik dari kalangan akademisi, aktivis perempuan,  hingga turut melibatkan sejumlah ormas dan  agama. (R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here