Ujung Rasa DiKantor Kejati Pematank Desak Agar Usut Tuntas Proyek Embung Desa Pancasila Dan Proyek Jalan Natar – Batas Pesawaran 2019

0
23

BERITAINDONET.COM . Lampung : Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (Pematank) gabungan LSM SOLID, KOMPTRAS, FAGAS, GPL, LANDA dan TAMSIS kembali berunjukrasa di depan Kantor Kejati Lampung, Senin 24 Agustus 2020. Mereka menyoroti dugaan korupsi proyek Embung Desa Pancasila Kecamatan Natar  Rp761,6 oleh CV. Berkah Mandiri dan Jalan Natar-Batas Pesawaran Rp1,8 miliar CV. Perisai Gemilang Jaya, Dinas PUPR Lampung Selatan tahun 2019.

Dikutip dari sinarlampung.co kordinator aksi Suadi Romli mengatakan tim menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan yang sarat dengan Korupsi kolusi dan nepotisame (KKN) pada anggaran tahun 2019. Terutama pada proyek Pembangunan Embung Desa Pancasila Kecamatan Natar dengan Anggaran Rp 761.654.016,35 dikerjakan CV. Berkah Mandiri Tahun 2019 dan Pemeliharaan Jalan Natar – Batas Pesawaran dengan Anggaran Rp 1.824.523.096,69 dikerjakan CV. Perisai Gemilang Jaya Tahun 2019

“Kami menduga ada beberapa program, kebijakan dan kegiatan yang digelontorkan Dinas PUPR Lampung Selatan yang tidak optimal dan terkesan mubadzir. Karena terjadi pemborosan dan hanya menghamburkan anggaran yang ada dan banyak diantara program kebijakan dan kegiatan dan kegiatan tersebut tidak mengena dan tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Karena dari hasil tinjauan mereka, selain indikasi persekongkolan Proyek tersebut di duga kuat adanya nuansa permainan dalam hal proses tender. Panitia Pengadaan Barang dan Jasa telah menentukan pemenang tender. Hal ini sangat jelas terlihat dari nilai penawaran yang hanya turun dibawah 5 %.

Hal ini tentunya telah menabrak aturan Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pasal 51, dan masalah persainganya di atur dalam undang undang No. 5 tahun 1999 tentang larangan monopoli dan larangan persaingan tidak sehat. “Jika tender tersebut di gelar secara sehat sudah bisa di pastikan akan ada penawaran yang di atas 10% dan hal ini lebih menguntungkan keuangan negara,” katanya.

Pada proyek Pembangunan Embung Desa Pancasila Kecamatan Natar dengan Anggaran Rp 761.654.016,35 dikerjakan CV. Berkah Mandiri Tahun 2019 itu ditemukan terjadinya pengurangan bahan matrial. Penggunaan semen yang seharusnya menggunakan adukan takar 1 Semen : 4 Pasir.

Namun di lapangan menggunakan ukuran takar 1 Semen : 7 Pasir Bahkan lebih, begitu juga dengan galian pondasi pada bangunan seharusnya sebelum di pasang batu harus di tabur pasir namun di lokasi tidak dikasih pasir. “Hal yang sama pada pemadatan tanah di duga kuat tidak di lakukan secara maksimal hal ini terlihat dari bangungan embung yang sudah banyak yang retak. Bahkan untuk saluran aliran ke bawah tidak di bangun,” katanya.

Untuk pemeliharaan Jalan Natar-Batas Pesawaran dengan Anggaran Rp1.824.523.096,69 dikerjakan CV. Perisai Gemilang Jaya juga Tahun 2019. Bahwa untuk paket pekerjaan tersebut dari awal pelaksanaan sudah terlihat jelas di kerjakan secara asalan.

“Perbaikan pada badan jalan yang rusak tanpa adanya galian/peching sebelum di perbaiki, melainkan langsung di timbun matrial. Begitu juga dengan pengaspalan jalan di duga kuat adanya pengurangan volume ketebalan, yang mana seharusnya 4 Cm, namun di lokasi kegiatan hanya 2-3 Cm,” katanya.

Hal yang sama pada pelebaran jalan yang di Cor beton d duga kuat sebelum di cor tidak di lakukan pemadatan dan penyiraman pasir, hal tersebut mengakibatkan kerusakan yang begitu cepat bahkan saat ini kondisi jalan 50% sudah retak dan berlobang kembali. “Terindikasi telah terjadi penyimpangan prosedur, teknis, spesifikasi, RAB, juga mengondisikan kegiatan dengan cara menerima fee proyek kepada oknum Dinas,” katanya.(R1/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here