TIM PIDSUS KEJATI GELEDAH KANTOR LJU TERKAIT KASUS KORUPSI PENGGOLAHAN KEUNGAN 2016 – 2017 DAN 2018

0
72

BERITA INDONET.COM , Bandar Lampung : Tim Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung menggeledah Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lampung Jasa Utama (LJU) Lampung, Selasa, 26 Januari 2021. Penggeledahan dilakukan terkait penanganan kasus korupsi pengelolaan keuangan tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018.

Penggeledahan ini untuk mencari barang bukti guna menguatkan pemeriksaan perkara korupsi, yang sedang ditangani Kejati Lampung. Kasus yang ditangani adalah dugaan korupsi penyelewengan dana pengelolaan keuangan. PT LJU dalam kurun waktu 3 tahun itu PT LJU tidak memberikan keuntungan berupa pendapatan asli daerah (PAD) yang optimal,” kata Kasipenkum Kejati Lampung Andre W Setiawan, kepada wartawan Selasa siang, 26 Januari 2021.

Dalam kasus itu, penyidik Pidana Khusus Kejati Lampung telah memeriksa 25 saksi, diantaranya mantan direksi, karyawan PT LJU, dan mitra kerja yang diduga mendapatkan aliran dana dari PT LJU. Dalam penggeledahan, Tim Jaksa menyita beberapa dokumen di PT LJU.

PT LJU merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang berdiri pada tahun 2009. LJU bergerak bidang jasa konstruksi, konsultasi, penyewaan peralatan, perhubungan darat dan laut, serta perkebunan perikanan hingga perdagangan.

Kamis 14 Januari 2021 lalu, penyidik juga memanggil dua saksi yakni AJ dan AA. Salah satunya merupakan mantan direktur bisnis PT LJU yang berinisial AA. Namun, dalam pemeriksaan ini keduanya mangkir. “Mereka tidak hadir tanpa memberikan keterangan, dan sedang dijadwalkan panggilan ulang,” kata Andrie.

Sementara Direktur Bisnis PT LJU Aliza Gunado memilih bungkam terkait penggeledahan tersebut. Saat di konfirmasi wartawan, Alizar mengarahkan wartawan ini untuk menghubungi Direktur Utama PT LJU, Bambang Mursalin. “Jangan saya. Saya tidak bisa memberikan statmen. Bukan kapasitas saya. Langsung ke Dirut aja,” katanya singkatnya via telepon.

Terpisah, Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Gindha Ansori Wayka mengapresiasi langkah Korps Adhyaksa yang menyidik dugaan korupsi di tubuh PT LJU. “Ya kita apresiasi lah langkah kejaksaan untuk menangani kasus korupsi saat ini kita lihat luar biasa. Tapi kita harap juga penegakan hukumnya jangan tendensius, artinya benar-benar harus ada kerugian negara dan profesional lah,” kata Ginda.

Menurut Ginda, para pihak harus mengikuti proses ini dengan baik. “Para pihak juga harus membuktikan dengan baik. Walaupun kejaksaan sedang melakukan penyelidikan silahkan saja hadirkan fakta-fakta dan data, sehingga transparansi penggunaan anggaran dan pendapatan nanti terlihat jelas yang selama ini dikelola,” ungkapnya.

Ginda juga mempertanyakan sikap dua mantan petinggi PT LJU yang mangkir dalam panggilan penyidik. “Kalau tidak ada persoalan ya harusnya kan datang saat dipanggil. Ini kan peluang untuk mereka klarifikasi. Kalau mangkir seperti ini kan bertanya-tanya ada apa,” katanya yang menyarankan  penyidik bisa membawa paksa saksi yang tidak hadir dua kali panggilan sesuai dengan KUHAP.

Pada 2018 lalu di rapat pandangan fraksi paripurna lanjutan pembicaraan tingkat I tentang pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD Lampung 2019. Fraksi PDIP DPRD Lampung saat itu meminta manajemen PT LJU dirombak. Pasalnya perusahaan tersebut dianggap belum optimal berkontribusi dalam pemasukan PAD.

Juru Bicara Fraksi PDIP Yanuar Irawan menyarankan lebih mengefektifkan peran PT LJU guna memberikan sumbangsih yang riil. Di antaranya dalam pengelolaan bus trans lampung untuk dijadikan angkutan berbasis kenyamanan, dan mengurangi kemacetan.(R1.Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here