Terwujudnya Mr. Gele Harun Anugrah Pahlawan Nasional, Dinilai Sebagai Kesuksesan Bersama

3
239

BERITAINDONET.COM (Lampung): Pengusulan Mr. Gele Harun sebagai pahlawan nasional dinilai sebagai kesuksesan bersama, dan mengangkat nilai-nilai sejarah Provinsi Lampung. Anak Lampung ikut mengukir sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, dan layak dijadikan pahlawan nasional 10 Nopember mendatang, yang tentu berangkat dari pemikiran orang-orang sukses, pemerhati sejarah, yang peduli atas nama Lampung kedepan.

Sebelumnya, Muhammad Ridho Ficardo saat menjabat Gubernur, telah menyambut baik langkah Anggota DPD RI, Andi Surya atas pengusulan dua nama menjadi calon pahlawan nasional asal Lampung yakni Mr. Gele Harun dan KH. Hanafiah.

Dibeberapa tempat telah dilakukan telaah atau kajian atas layaknya kedua nama itu menjadi pahlawan nasional. Kemudian berlanjut pada persiapan menunggu penerimaan persetujuan Menteri Sosial. Dengan besar harapan sebelum Hari Pahlawan 10 Nopember mendatang terdapat Surat Keputusan Pahlawan Nasional.

Seperti diketahui, Gubernur Ridho telah menyetujui sekaligus membuat surat usulan kepada Kementerian Sosial di Jakarta untuk dapat menetapkan Mr. Gele Harun sebagai pahlawan nasional.

Andi Surya, yang juga tokoh Lampung saat acara seminar di Universitas Mitra Indonesia yang bertajuk pahlawan nasional untuk Mr. Gele Harun dan KH. Hanafiah mengatakan telah mengkaji dengan matang atas telaahan yang berkembang terhadap kedua tokoh sebagai kandidat anugerah pahlawan nasional dari Lampung. Begitu juga KH. Arief Mahya yang cukup mengenal perjuangan kedua tokoh tersebut menegaskan layak bagi kedua tokoh untuk dianugerahi pahlawan nasional.

Mulkarnaen, salah satu anak kandung Mr Gele Harun mengatakan  terwujudnya Mr. Gele Harun Anugrah Pahlawan Nasional menilai sebagai kesuksesan bersama, karena maknanya untuk kita semua. “Namanya anugrah, pemberian Allah SWT, sudah pasti untuk kebaikan kita semua, kami menyambutnya dengan rendah hati” ujar Mulkarnaen didampingi kakak Kandungnya, Machyudin Harun ke beritaindonet.com, Minggu, (14/7/2019)

Sumber wikipedia.org, Mr Gele Harun  ialah anak kandung Harun Al-Rasyid Nasution. Gele Harun dikirim orang tuanya untuk belajar hukum di Leiden, Belanda. Pada akhir tahun 1938, ia kembali ke tanah air dengan membawa gelar Mr. atau meester in de rechten. Lalu, ia membuka kantor advokat pertama di Lampung.

Pada tahun 1945, ia memulai perjuangannya dari Angkatan Pemuda Indonesia (API) dengan menjadi ketuanya. Tetapi aktivitas itu terhenti saat ia ditugaskan menjadi hakim di Mahkamah Militer Palembang, Sumatera Selatan tahun 1947 dengan pangkat letnan kolonel.

Dengan adanya ultimatum dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Hubertus van Mook yang mengharuskan seluruh tentara Indonesia termasuk hakim militer angkat kaki dari Palembang, Gele Harun memutuskan kembali ke Lampung, dan bergabung kembali dengan API hingga ikut mengangkat senjata saat Agresi Militer Belanda II tahun 1948.

Pada 5 Januari 1949, Gele Harun diangkat sebagai acting Residen Lampung (kepala pemerintahan darurat) menggantikan Residen Rukadi. Baru sebentar bertugas, pada 18 Januari 1949, Gele Harun terpaksa memindahkan keresidenan dari Pringsewu ke Talangpadang. Hal ini dilakukan karena Belanda telah memasuki kawasan Pringsewu. Serangan Belanda yang begitu bertubi-tubi, membuat Gele Harun kembali memindahkan pemerintahan darurat ke pegunungan Bukit Barisan di Desa Pulau Panggung, dan terakhir hingga ke Sumber Jaya, Lampung Barat

Saat berjuang di Waytenong, kondisi makanan dan obat-obatan yang sulit didapatkan, menyebabkan seorang putrinya Herlinawati yang berusia delapan bulan meninggal dunia. Jasadnya dimakamkan di sebuah desa di tengah hutan kawasan itu juga. Gele Harun dan pasukannya keluar dari hutan Waytenong setelah gencatan senjataTanjungkarang

Sekembalinya ke Tanjungkarang, ia diangkat menjadi Ketua Pengadilan Negeri pada 1 Januari 1950. Lalu ia diangkat kembali menjadi Residen Lampung. Selain berjuang melawan penjajah, Gele Harun berperan dalam pembentukan Lampung sebagai provinsi.

Gele Harun sempat menjadi anggota Dewan Konstituante pada tahun 1956 hingga 1959 dan anggota DPR-GRMPRSPNI. Gele Harun wafat di usia 62 tahun. Jasadnya dimakamkan di TPU Kebonjahe, Enggal, Bandar Lampung. David/R1.1)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here