Suasana Sidang Terlihat Berubah Dan Tercengang: 3 Kali Sidang Kasus Terdakwa Syamsul Arifin, JPU Tanpa Barang Bukti Dalam Daftar BAP

0
311

BERITAINDONET.COM, Lampung: Karena arah sidang dengan sistem pembuktian materil, Majelis Hakim yang dipimpin Jhoni Butar-Butar mengingatkan Jaksa Penuntut Umum, Kuasa Hukum Terdakwa dan saksi agar fokus pada perkara yang sedang disidangkan dan tidak perlu melebar, karena sistem pembuktian perkara yang sedang disidangkan adalah pembuktian materil (membuktian sesuai unsur pasal dakwaan dan barang bukti dalam berkas).

Persidangan ketiga, Rabu (21/10/2020) yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang Perkara Nomor: 1152/Pid.Sus/2020/PN Tjk, masih agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa pada sidang kali ini menghadirkan saksi bernama Ahmad Muzakir. Sebelumnya, Selasa (20/10/2020) JPU telah menghadirkan saksi dua orang bernama Napoli Situmorang dan Tubagus Ahmad Rifat. Napoli Situmorang merupakan saksi Pelapor atau saksi Korban.  

Terungkap dalam sidang, saat Majelis memperhatikan perdebatan antara jaksa dan tim kuasa hukum, juga ada perubahan suasana sidang, termasuk memperhatikan jawaban saksi Ahmad Muzakir yang banyak menjawab lupa dan tidak tahu, lalu Majelis meminta Jaksa dan kuasa hukum serta saksi untuk maju ke depan melihat daftar barang bukti dan keberadaan barang bukti. Hakim menunjukkan daftar barang bukti secara terbuka.

“Kami ini di tengah, netral, kita sesuai fakta, makanya kalian bingung semua, coba semua lihat daftar barang bukti dalam BAP ini, saksi lihat mana yang dipertanyakan dalam daftar ini ? Ada ga ? mana yang disita dari saksi, ada ga ? Jaksa ada ga ? PH ada ga ? Makanya yang ditanya itu adalah yang ada dalam daftar barang bukti, karena barang bukti Jaksa bukan barang yang tidak bisa dibawa, sehingga minimal ada foto, ini ga ada, jadi jangan lari dari berkas,” ujar Hakim Ketua sidang Joni Butar-Butar, saat pemeriksaan saksi Ahmad Muzakir.

Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Terdakwa Syamsul Arifin meminta kepada Majelis agar dicatat dalam berita acara persidangan. “Kami meminta Majelis Hakim yang Mulia agar Panitra sidang mencatat dalam berita acara persidangan jika di persidangan tidak pernah ada barang bukti yang dihadirkan sesuai daftar barang bukti,” kata Jono Parulian Sitorus salah satu tim kuasa hukum Terdakwa. Menanggapi permintaan kuasa hukum, Hakim Ketua mengiyakan dan mencatat apa yang disampikan tersebut. “Iya kami catat tenang saja,” kata Hakim.

Hal yang sama, juga terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi sebelumnya, Selasa (20/10/2020) JPU menghadirkan saksi dua orang bernama Napoli Situmorang dan Tubagus Ahmad Rifat. Napoli Situmurang secara tegas menjawab bahwa  tidak pernah menyerahkan barang bukti atau tidak pernah Penyidik menyita barang bukti dari saksi.

“Saya tidak pernah, saya tidak tahu,” jawab saksi korban saat David Sihombing, salah satu kuasa hukum Terdakwa menanyakan kebenaran barang bukti dalam Berita Acara Penyitaan Tertanggal 18 Februari 2013 oleh Penyidik atas 7 (tujuh) Hasil Cetak Prin Out Dari HP milik 4 (empat) orang saksi (Saksi Napoli Situmorang, Tubagus Ahmad Rifat, Herman Bandarsyah, Ahmad Muzakir), yang diduga disita dari Napoli Situmorang yang menguasai barang.

Untuk diketahui, kasus ini adalah kasus dengan perkara dugaan pencemaran nama baik sesuai Undang-Undang ITE, diduga ada kiriman SMS dari terdakwa sekitar 7 tahun lalu kepada yang mengaku Korban bernama Napoli Situmorang. Dalam dakwaan JPU juga didakwaan pasal 335 KUHP terkait pasal perbuatan tidak menyenangkan dengan acaman dan Pasal 310 KUHP pidana umum. (R.1.1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here