Sidang Pembunuhan: Aksi Bela Selingkuhan, Agendakan Pemerikasaan Ahli

0
19

BERITAINDONET.COM (Lampung): Persidangan dua terduga pelaku sekongkol pembunuhan berencana digelar kembali Senin (27/5/2019) di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang. Korban dalam perkara ini ialah Alm. Andi Saputra (31).

Salah satu terduga pelaku merupakan istri korban bernama Rina (31), warga Jalan Ir Sutami, Gang Seroja, Kelurahan Way Gubak, Kecamatan Sukabumi. Terduga pelaku lainnya merupakan selingkuhan istri korban bernama  Mimin alias Meo (34), warga Jalan Cendrawasih, Gang Elang, Kelurahan Tanjung Agung, Tanjungkarang Timur.

Agenda sidang yang telah dilalui diantaranya pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum, pemeriksaan saksi dari para terdakwa, lalu pekan depan menghadirkan pemeriksaan ahli.

Senin (20/5/2019),JPU, Jaksa Eko menghadirkan 3 orang saksi. Ketiga  saksi itu terdapat satu saksi bernama Febri Setiono dihadirkan pihak terdakwa Rina, dan dua  orang saksi lagi dari pihak terdakwa Mimin alias Meo bernama Eli dan Fadil (Ibu dan adik kandung terdakwa).

Saksi Eli dan saksi Fadil bersaksi membenarkan kalau antara terdakwa Mimin alias Meo ada hubungan pacaran dengan saksi Rina. Dalam sidang, Eli menjelaskan tentang anaknya (yang sedang dijadikan terdakwa) agar mewanti-wanti hubungan asmaranya dengan Rina

Kalau-kalau saksi Rina masih berstatus istri orang atau punya suami,” ucap Eli dalam sidang.

Sebelumnya, mula kejadian terungkap pada sidang yang dipimpin Aslan Ainin, JPU Eko Winangto menjelaskan pada sekitar bulan Juni 2018, saat terdakwa Rina berkenalan dengan terdakwa Mimin alias Meo. Keduanya sama-sama bekerja di Gudang Rongsokan Jalan Hayam Wuruk Gg Mangga, Kedamaian, Bandar Lampung.

Pada saat berkenalan tersebut, terdakwa Rina mengaku berstatus sebagai istri dari Andi (korban/Alm), sedangkan terdakwa Mimin mengaku berstatus duda yang telah bercerai dengan istrinya. Selama sama-sama bekerja di tempat yang sama itu, terdakwa Rina sering menceritakan keretakan hubungan rumah tangganya kepada Mimin. Akhirnya terjalin hubungan asmara tanpa diketahui korban (suami terdakwa)

Selanjutnya pada hari Minggu 9 Desember 2018, Terdakwa Rina terlibat cekcok dengan korban Andi. Cekcok semakin dalam ketika korban bercerita telah menghamili seseorang dan meminta tanggung jawab.

Merasa sakit hati, Selasa tanggal 11 Desember 2018, Rina menghubungi Mimin, meminta terdakwa selingkuhannya melampiaskan rasa kesal dan sakit hatinya terhadap korban.

Lalu terdakwa Mimin Rabu 12 Desember 2018 dini hari mendatangi rumah korban, merusak pintu samping rumah, mendatangi korban yang sedang tertidur disamping istrinya, dan langsung menusuk korban, serta kabur.

Oleh JPU, perbuatan para terdakwa didakwa melakukan atau menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja berencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

Perbuatan keduanya diancam pasal berlapis,  melanggar Pasal 340, Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. (Khatarina/R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here