Siapa 2 Orang Pemesan Kamar Hotel Sumber Sabu 1,2 Kg ? Apakah Oknum Polisi Atau Tidak ?

0
959

BERITAINDONET.COM, Lampung: Ternyata pemesan kamar hotel sumber sabu 1,2 kg langsung lari bergegas cek out hotel meskipun ramai anggota polda dalam hotel dengan gerbang awalnya ditutup rapat. Kedua orang pemesan hotel tidak dijadikan tersangka dalam kasus terdakwa Joni Effendi/PNS PU, berkas terdakwa disidangkan seorang diri tanpa ada terdakwa lainnya. Kasus ini sudah lebih dari 5 kali batal bacakan tuntutan hingga Selasa (4/8/2020). Agenda sidang lanjutan, Selasa (25/8/2020) dengan agenda penuntutan, termasuk barang bukti sabu 1,2 Kg tidak pernah diajukan saat pembuktian sidang.

Foto penangkap tersangka Joni Effendi, yang diunggah dalam instagram

Untuk diketahui, sumber pihak hotel bahwa hotel yang dipesan ada dua kamar yakni kamar nomor 3 dan kamar nomor 50 dan sudah lunas dibayar. KTP yang digunakan memesan hotel ialah KTP atas nama Aan Saputra, yang sebelumnya ditangkap Polda Lampung atas kasus narkotika. Setelah dilakukan penangkapan Joni Effendi, salah satu Polisi Penangkap atas nama Intagram dandairianto mengunggah diinstagramnya foto terdakwa Joni Effendi dengan seluruh tim penangkap.

Surat Pernyatan Pihak Hotel, Halaman terakhir ada materai


“Salah satu yang dalam foto itulah yang berikan tas itu yang katanya berisi sabu 1,2 kg, yang pesan hotel juga ada dalam foto itu, berarti kan bisa jadi benar polisi” ujar sumber yang takut disebutkan namanya.

Keterangan pihak Hotel dalam berkas mengungkap bahwa setelah Joni Effendi ditangkap, pemesan kamar nomor 3 dan nomor 50 Hotel segera bergegas pergi dengan cepat (Check Out).

Inilah membuat kasus yang ditangani Subdit III Narkoba Polda Lampung menjadi polemik besar. Termasuk barang bukti sabu 1,2 Kg hingga saat ini tidak pernah dihadirkan dalam pembuktian di persidangan, dan jaksa Yusa dari Kejaksaan Tinggi Lampung berani akan menuntut terdakwa tanpa barang bukti. Jadi kemana barang bukti itu ?

Fitriani, istri terdakwa masih heran mengapa suaminya dilibatkan dalam kasus ini, “Suami saya sudah menuliskan semua kronologinya, bacalah nanti” ungkapnya di hari lalu. Ia kaget ketika mengikuti persidangan suaminya berhubung Jaksa Yusa tidak membawa barang bukti yang konon katanya ada untuk kasus suaminya. Terungkap dalam sidang jaksa Yusa hanya menunjukkan foto terduga barang bukti 1,2 Kg sabu kepada Majelis Hakim yang diketuai Dina Pelita Asmara.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen, mengatakan, Rabu (12/2/2020) Pengungkapan ini bermula pada Kamis, 19 Desember 2019 saat Tim Opsnal Subdit III mengamankan Asep Muktar (38) di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Hasanudin, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung. “Di situ kita amankan barang bukti sabu 320 gram,” terang Shobarmen

Lalu kata Shobarmen, tim mengembangkan kasus itu, dan menangkap Supriyandi. “Kita kembangkan sehingga hasil pengembangan itu kita tangkap Supriyandi. Dalam penangkapan tersangka kedua, petugas mengamankan 500 gram sabu dan juga 437 pil ekstasi” jelas Shobarmen. Setelah menangkap Asep Muktar dan Supriyandi didapatkan informasi jaringan barang itu seseorang yang sedang diburu berinisial S, bukan JE/Joni Effendi.

Rabu (12/2/2020), saat ekapose/siaran pers penangkapan Terdakwa Joni Effendi untuk barang bukti 1,2 Kg banyak komentar. Diantaranya, informasi yang dihimpun, kasus terdakwa bermula ketika terdakwa diajak seseorang yang bernama Miswan alias Iwan yang masih ada hubungan saudara dengan Terdakwa, ia warga Negeri Sakti Pesawaran. Miswan mengajak terdakwa dan menjemput ke Rumah Terdakwa mengambil kiriman saudaranya. Miswan mengajak terdakwa melaju ke Tango Hostel di Sultan Agung Bandar Lampung. Alasan Miswan ke terdakwa bahwa HP Miswan sering mati sehingga nanti dikontak yang akan kasih kiriman ke HP terdakwa. Setibanya di Hotel itu, Miswan mengatakan agar Terdakwa mengaku dirinya bernama Iwan ketika ada yang menelepon menanyakan Iwan.

Setelah dikontak sama seseorang yang tidak dikenal terdakwa, lalu Miswan mengatakan agar mengangkatnya dan mengikuti petunjuknya karena ada paket berisi uang dan baju dari keluarga Miswan untuk diberikan kepada Istri Miswan. Penelepon pun menyuruh terdakwa agar naik ke lantai atas ke kamar hotel nomor 3 dan posisi Miswan ada dibawah, lantai satu. Ternyata di kamar hotel itu ada seseorang menyerahkan tas warna coklat yang mengatakan itu barangnya. Lalu terdakwa menanyakan mana uang dan bajunya. Jawab orang yang ada dalam hotel itu, itu ambil.

Setelah terdakwa turun dari kamar hotel nomor 3, terdakwa melihat Miswan dikerumuni banyak orang dan Polisi, salah satu yang kerumuni merupakan orang yang kasihkan tas di dalam hotel itu yang diduga berisi sabu 1,2 kg. Terdakwa sempat heran mengapa Miswan dikerumuni banyak orang. Tak lama setelahnya, Terdakwa langsung ditangkap, matanya di lakban, namun Miswan serta motornya dengan cepat tidak kelihatan. (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here