Setelah Menikah, Bupati Nunik Dipanggil KPK

291
497

Jakarta (beritaindonet.com): Bupati Lampung Timur, yang juga Wakil Gubernur Lampung terpilih, Chusnunia Chalim Nunik, dipanggil Penyidik Komisi Pemberantasan korupsi(KPK) setelah melepas masa lajang 2 Februari 2019. Pemanggilannya sebagai saksi di kantor Anti Rasua Jumat, (1/3/2019)

Suami pengacara bernama Erry Ayudhiansyah diperiksa sebagai saksi menelusuri apakah ada perannya terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah sebagai rentetan masalah mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

“Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim alias Nunik akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (1/3/2019).

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Mustafa diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2018 dan penerimaan-penerimaan hadiah atau janji lainnya dari calon rekanan proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah.

Mustafa juga diduga menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 persen hingga 20 persen dari nilai proyek. Total dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa yaitu sebesar sekurangnya Rp 95 Miliar.

Total Rp 95 miliar tersebut diperoleh Mustafa dari kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018 dengan rincian Rp 58,6 miliar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon rekanan, dan sebesar Rp 36,4 miliar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon rekanan.

Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018 yang membuat Mustafa divonis 3 tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan (R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here