Rencana Presiden Bangun Kilang Minyak Segera Realisasi

7
15

BERITAINDONET.COM/merdeka.com: Presiden Joko Widodo mengambil langkah lanjutan atas rencana yang pernah diagendakan soal pembangunan kilang minyak di Indonesia. Pasalnya hingga kini rencana tersebut belum dijalankan. Diakui Presiden Jokowi, lima tahun lalu dirinya telah meminta jajarannya untuk membangun lima kilang minyak

“Sebetulnya saat pelantikan, habis pelantikan yang (periode) pertama, saya minta kilang ini segera dibangun. Tapi sampai detik ini dari lima (kilang) yang ingin kita kerjakan, satu pun enggak ada yang berjalan, satu pun (tidak ada),” ujar Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (16/12) seperti dilansir merdeka.com.

Jokowi pun merasa heran selama 34 tahun, Indonesia tak pernah membangun kilang minyak. Padahal, apabila kilang minyak dibangun maka akan banyak komoditi turunan yang bisa dihasilkan. Salah satunya yaitu, petrokimia yang tak perlu impor lagi. Sebab, selama ini nilai impor petrokimia sebesar Rp323 triliun per tahun.

“Impor petrokimia ini gede sekali, Rp 323 triliun impor kita petrokimia. Tiap hari jengkel kaya apa, coba triliun ya bukan miliar,” ucap Jokowi.

Untuk itu, Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi pembangunan kilang minyak. Jokowi ingin proyek ini benar-benar terealisasikan. “Harus rampung, pekerjaan besar ini harus rampung,” tegas dia.

Presiden yang terlihat tulus dan iklas ini menegaskan tak mau hanya dijanjikan soal pembangunan kilang minyak. Pasalnya, selama in, dirinya dijanjikan 2 sampai 3 tahun selesai, namun tak ada hasil.

“Ini ada yang memang menghendaki kita impor terus. Ini yang namanya transformasi ekonomi,” katanya (R1.1)

7 COMMENTS

  1. I will immediately take hold of your rss feed as I can’t find your e-mail subscription hyperlink or e-newsletter service. Do you have any? Kindly permit me understand in order that I may just subscribe. Thanks.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here