Rencana Aksi Datangi Polda Lampung Dan Kejati Hingga Kepala BPN Mangara Manurung, Dkk. Ditahan

224
418

Lampung (beritaindonet.com): Setelah aksi ricuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Rabu (20/2/2019) atas reaksi terhadap masalah pembebasan lahan di Indonesia, kini bermunculan partisipasi lainnya dari masyarakat, sebagai respon dipercepatnya penindakan terduga mafia kejahatan pembebasan lahan, yang melakukan pemalsuan 100-san surat secara sistematis dan massive demi mengucurnya dana negara.

 Tanggapan dari berbagai partisipan telah diterima. Aksi telah terkoordinasi, dan akan menggelar di Polda Lampung, Kejati hingga para pelaku ditahan, dan supaya pembebasan lahan tidak bermasalah, seperti yang disinggung Presiden pada debat kedua yang lalu.

Aksi akan digelar dalam waktu dekat, yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Untuk Rakyat Dan Rakyat Bersatu.


“Kami akan segera mengakomodir partisipasi massa yang akan berjuang bersama dalam gabungan Lembaga Bantuan Hukum Untuk Rakyat dan Rakyat Bersatu, meminta tersangka Kaderi dan Kepala BPN, dkk ditahan.,“ ujar David Sihombing kuasa hukum salah satu korban pembebasan lahan.

Bentuk aksi yang direncanakan ada dua bentuk, diantaranya aksi gelar seribu massa tahan mafia, dan opsi lainnya aksi tenang di Polda Lampung hingga Kaderi dan Mangara Manurung dan Cs.-nya ditahan.

“ Penangungjawab kepanitiaan ada sama ketua panitia, Mangara itu ketua, dan setahu saya kata tersangka, dia disuruh Panitia membuat surat palsu yang menjadikannya tersangka pemalsu, sehingga kasus ini bukan kasus biasa, ini besar, karena menyangkut di diatas Rp100 miliar“ tegas David

Diakui adanya terduga mafia tersistem dan massive, karena  mengarah beberapa hal sebagai pertanda, yakni pernyataan Yusen Pejabat Balai Besar minggu lalu, mengatakan dicairkannya pembayaran pembebasan tanah terlebih dahulu dilakukan rapat bersama dengan Polda Lampung. Begitu juga ucapan Kepala BPN Lampung Timur mangara Manurung, ketika ditemui di rumahnya, Rabu (27/2/2019) mengatakan semua hasil rapat bersama.

“Pada saat Validasi rapat bersama, daftar nominatif sebelum validasi, surat yang saya pakai validasi dari kepala Desa, Kaderi,” kata Mangara di rumahnya Kemaren malam.  Mangara segera meminta tamu yang datang ke rumahnya segera pergi, dan tidak membicarakan kasus tanah, serta menyalami sebagian tamu, agar segera tinggalkan kediamannya di Kafe Green Depan gerbang utama Universitas Islam Negeri, Lampung.  Sementara alasan pemilik tanah bertemu di Kediaman Mangara, karena tidak bersedia menerima surat berkas tanah yang diantarkan ke kantornya setelah aksi unjuk rasa, Rabu (20/2/2019).

Pertanda lainnya sebagai pemicu dugaan mafia tersistem dan massive, karena sebelumnya menemui Kabid Pengadaan Tanah Provinsi Lampung, Hasyim, mengatakan agar menemui BPN Lampung Timur sebagai tindak lanjut tuntutan. Namun faktanya diakui ketika berkas diantarkan tidak diterima di BPN Lampung Timur. Sehingga kasus ini dianggap telah sarat dugaan permainan mafia tersistematis dan massive oleh para oknum.

Sebelumnya kasus ini telah direspons oleh Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia dengan menggelar aksi, Rabu (20/2/2019), dan berujung ricuh, kemudian beberapa hari ke depan  terpisah dari aksi HMI, akan dilakukan gelar aksi gabungan besar, karena para terduga mafia dan oknum terkesan kebal hukum dan licin. (R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here