Puluhan Rumah Sekitar Karang Maritim Panjang Terendam Banjir Lumpur Diduga Adanya Aktifitas Gerus Bukit Resapan Air Tak Berizin

0
31

BERITAINDONET.COM ,Bandar Lampung: Puluhan rumah Kampung Karang Mekar Rt 03 Lk 03 dan Kampung Mulya Jaya Rt 04 Lk 03 Kelurahan Karang Martim, Kecamatan Panjang, tergenang banjir lumpur, material pengerukan tanah kavlingan di Kelurahan Karang Maritim Panjang, Senin 5 Oktober 2020, sekitar pukul 04.00 wib.

poto:berapa rumah yang terendam lumpur

Banjir dan lumpur hujan subuh itu menggenangi lingkungan dan 30 rumah warga Kampung Karang Mekar Rt 03 Lk 03 dan Kampung Mulya Jaya Rt 04 Lk 03 Kelurahan Karang Martim. Hingga pukul 13.00 wib warga Rt 04 Lk 03 dibantu petugas BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung masih membersihkan lumpur yang menggenangi rumah dan jalan lingkungan.

Desi Ketua Rt 03 Lk 03 Karang Maritim mengatakan banjir diwilayahnya memang rutin terjadi. Namun untuk banjir bercampur lumpur baru pertama kali terjadi setinggi pinggang orang dewasa. “Baru kali ini, semenjak ada galian Kavlingan/perumahan di Rt 04. Kejadiannya tadi pagi tidak berlangsung lama. Namun pembersihan lumpurnya berlangsung sampai siang di bantu penyemprotan air bersih dari BPBD,” katanya, dilangsir Radarlampung, Senin 5 Oktober 2020.

Menurut Desi, lokasi tersebut sebenarnya telah dihentikan oleh pihak Kecamatan dan aparat lainnya beberapa waktu lalu lantaran sebagai daerah resapan air. Namun, rupanya masih saja dikerjakan. “Warga berharap pemerintah Kota Bandar Lampung menindak tegas pengembang, telah merusak lingkungan, dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Sofian, Kepala Lingkungan 03 Keluranan Karang Maritim, membenarkan keterangan warganya. Pasalnya, akibat banjir lumpur itu, banyak perlengkapan rumah tangga masyarakat yang rusak. “Untuk tidak asa korban jiwa dan rumah rusak tidak ada. Cuma perabotan banyak yang kena dan rusak karena air campur lumpur,” katanya.

Camat Panjang Bagus Harisma Bramado menegaskan penggerusan bukit di Kampung Mulya Jaya ini belum ada izin baik dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung.

Menurutnya bahwa sekitar dua bulan lalu telah menggelar rapat berdama warga, Rt, Kaling, Lurah, Camat, DLG dan Disperkim. Saat itu dinyatakan bahwa kawasan ini adalah kawasan hijau. Pihaknya pernah memberikan instruksi larangan yang di pasang di lokasi.  “Saya pernah masang banner kok tiga, yang dua sudah hilang dan sisa satu. Dua bulan lalu itu ada kesepakatan penggerusan di stop dan rupanya mereka masih jalan,” katanya.

Namun belum sempat dilaksanakan sudah terjadi banjir lumpur menimpa rumah warga yang berada di bawahnya. Bram memastikan tidak mengetahui izin dari tanah kaplingan tersebut “Jadi langkah kita, kita tunggu etikat baik dari pengembang untuk bertanggung jawab kepada warga yang terdampak proyeknya tersebut. Kita juga tidak pernah menghadap melihatkan izin,” katanya(Rdr/SnrL/R1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here