Polresta Diduga Bebaskan Tersangka Penipuan Rp64 Juta, Korban Kecewa

0
288

BERITAINDONET.COM, Bandar Lampung: Korban Kasus dugaan Penipuan kecewa (Haidir) atas penanganan hukum polresta Bandar Lampung yang diduga bebaskan  terduga pelaku penipuan  yang sejak 2 Tahun di cari menghilang dan di tangkap oleh pihak keluarga koeban di kediaman pelaku lalu diserahkan ke pihak berwajib untuk di proses secara hukum  dengan dasar laporan LP/B/- 1/879/V1/2020/LPG /Resta Balam. 
Sumardi (45) warga sukarame yang merupakan Oknum Pegawai Tenaga Honorer di Politeknik Kesehatan Bandar Lampung diduga telah melakukan penipuan terhadap Haidir warga Metro dengan iming iming dapat meluluskan salah satu keluarga nya yang pada saat itu mendaftar di Politehnik Kesehatan .

“sementara, setelah pencarian selama 2 tahun keluarga korban berhasil menangkap pelaku di kediamanya di jalan Pajajaran, No. 38 Kelurahan gunung sulah kecm Sukarame , pada hari jum,at 17 April 2020, sekitar pukul 18.30 Wib 
Ironisnya saat terduga pelaku Sumardi diserahkan oleh pihak Penyidik Polresta Bandar Lampung ,alhasil terduga pelaku penipuan diduga di bebaskan oleh pihak penyidik Polresta tanpa pengetahuan pihak korban.
Haidir sangat terkejut dan kecewa saat mengetahui Sumardi telah dibebaskan oleh pihak penyidik Polresta Bandar Lampung,
“Saya kaget lah mas, saya ini korban uang saya di tipu dengan Sumardi itu sekitar 64 juta dan itu lah uang saya untuk kehidupan saya sangat heran saya mas dan bukti bukti saya cukup, ada bukti kiriman dan pelaku sudah mengakuinya waktu di Polresta,” ungkapnya kepada media Berita Indonesia, (27/4/2020).
“Lebih heran lagi saya anggap secara diam – diam pelaku di bebaskan bukti nya saya mengetahui dari orang lain ,dan saya tanya penyidik membenarkan pelaku di bebaskan, tapi dengan dasar apa,” ungkap haidir dengan nada kesal.

Bukti Pengiriman Dari Korban Ke Terduga Pelaku
Foto Terduga Pelaku

Menurut haidir selaku korban penipuan, menjelaskan bahwa pada saat penerimaan calon mahasiswa baru Poltekes tahun 2018, dirinya mendaftarkan keponakannya yang bernama Kelvin Anjasmara dari kota bumi Lampung Utara, pada saat itu bertemu dengan pelaku (Sumardi) di lokasi pendaftaran, disaat itu pelaku memberikan jalan dan janji yang manis bahwa di jamin bisa lulus, dan siap membantu untuk meloloskan keponakannya dengan syarat harus ada sejumlah uang.
Sementara, saat di konfirmasi Kapolresta Bandar Lampung, tidak mengetahui proses kasus tersebut, maaf mas saya malah belum mengetahuinya, sudah di konfirmasi kepada penyidiknya mas, coba untuk konfirmasi dulu mas ke kasatnya biar nanti saya memonitor kasusnya .ungkap melalui via WhatsApp, (27/4/2020).
Saat mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada kasatrest Bandar Lampung, hingga berita ini diturunkan tidak adanya balasan, dan sulit di hubungi oleh media Berita indonesia.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here