Polresta Bandar Lampung Masih Tahan Terlapor Yang Sudah Saling Menggugat Perdata, Perkara Objek Yang Sama Sedang Proses Mahkamah Agung

1
171

BERITAINDONET.COM, Bandar Lampung: Polresta Bandar Lampung menjadikan Terlapor M sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Pada hal kasus itu telah ada putusan perdata di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, dan sekarang ini dalam tahap upaya hukum kasasi. Pelapor dalam gugatan mengajukan gugatan balik terhadap Terlapor, sehingga jelas perkara adalah perkara perdata.

Perkara perdata antara Pelapor dengan Terlapor teregister Nomor 47/Pdt.G/2019/PN Tjk, dalam perkara itu Penggugat ialah Mursalin, dan sebagai Pihak Tergugat ialah Nasirwan dan Pelapor sebagai Turut Tergugat (Abdul Kholik). Namun pada saat mengajukan jawaban di Pengadilan Pelapor Pidana mengajukan gugatan balik. “Perkara itu sudah saling menggugat,” ujar salah satu kuasa hukum Mursalin ke beritaindonet.com, Jumat, (28/2/2020).

Kuasa hukum Mursalin, David Sihombing, menjelaskan kasus yang terjadi melibatkan pihak lain bernama Nasirwan. Nasirwan digugat karena ada tuntutan pelapor adanya uang yang diserahkan Terlapor kepada Nasirwan untuk pencalonan PNS, yang mana uang tersebut adalah uang dari Pelapor. Peran Terlapor hanya menyerahkan uang tersebut kepada Nasirwan. Lalu Terlapor mengajukan gugatan perdata terhadap Nasirwan dan Pelapor sebagai pihak dalam gugatan itu.   

David Sihombing mengatakan seharusnya  hukum itu diikuti, yakni adanya sengketa perdata dengan objek yang sama, apalagi menurut David sudah ada putusan pengadilan pada tingkat pertama dan banding, dan sekarang dalam proses kasasi. “Mereka/pelapor jelas sudah mengajukan gugatan balik, jadi pelapor pun sudah menyadari perkara tersebut adalah perkara perdata, dan sebelum perkara tersebut naik menjadi tersangka berkasnya sudah diserahkan ke penyidik, ” jelasnya.

Sudah Diselesaikan Sebelum Laporan Polisi

David mengatakan, selain adanya gugatan perdata, Kliennya sudah menyelesaikan kasus itu dengan membayar kewajibannyanya dengan tanah senilai Rp300 juta pada Juli 2017 sebelum laporan polisi. “Kenapa diterima dan ditahan surat Terlapor jika memang harus proses pidananya, “ tutup David.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Rosef Efendi saat dikonfirmasi via WA, mengenai kasus itu, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan. (Riski/R.1)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here