Pimpinan PLN Di Lampung Segera Dilaporkan Ke Polisi, Dugaan Gelap Dana KWH

0
789

BERITAINDONET.COM, Lampung: Pelaksana Teknik PLN Riyanto Sihombing melalui Kuasa Hukumnya David Sihombing segera laporkan Para Terduga Pelaku penggelap dana milik Kliennya Riyanto. Pasalnya SPK yang berkaitan dengan Korban tidak dijalankan PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung Area Metro, berkantor di Jalan Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, Metro, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung yang dipimpin Manager Joko Nur Astanto.

Riyanto di dampingi kuasa hukumnya David Sihombing mengatakan SPK rencana dikerjakan dirinya bersumber dari PLN yakni SPK 16 Juli s/d 30 September 2020, ”Tidak dapat dijalankan, meski PT. Ali Sinergi pekerjaannya SPK, tidak keluar KWH nya pada hal sudah dibayar KWH itu ke PLN,” ujar Riyanto, Minggu (21/12/2020) ke redaksi beritaindonet.com.

Pekerja Teknik yang dianggap korban ini menegaskan, tidak ada jalan lain menempuh jalan terbaik, karena kasus sudah terasa tumpang tindih.  “Saya telah konfirmasi sama Manajer Niaga UID Wilayah Lampung bernama Bagus,  mengatakan pertanggungjawaban dugaan KWH dan kerjasama pihak-pihak SPK SR 1 fase di wilayah UP3 Metro, terutama di ULP Rumbia tanggungjawabnya ada pada pimpinan Wilayah Metro atas nama Joko Nurastanto alias Tatan,  berhubung SK penunjukkan manajer pimpinan Metro diinformasikan langsung dari Pusat,” tegas Riyanto.

Kuasa Hukum korban menjelaskan, yakin unsur-unsur penipuan dan penggelapan serta penyalahgunaan wewenang terbukti. “Jika benar dugaan KWH diperuntukkan dan digunakan pihak lain yang tidak sesuai SPK dengan Pihak Klien saya, yang disesuaikan antara waktu dan SPK termasuk pemasangan di lapangan berbeda, maka semua akan terjerat unsur hukum, lihat dalam beberapa hari ini kami akan lapor,” ungkap David

Konfirmasi tanggapan Joko Nur Astanto, Pimpinan PLN setempat tidak dapat tersambung, meskipun berulang telah dihubungi melalui layanan telepon, Minggu (20/12/2020).  

Sebelumnya diberitakan, puluhan atas nama Konsumen sebagai calon pelanggan PLN Wilayah Lampung masih bermasalah. Pasalnya meskipun uang telah disetor ke PLN UID Lampung, namun hingga kini KWH tersebut belum menyala, dan KWH itu belum diterima penyetor dana saat ini, diduga Gelapkan Dana BP Meteran masyarakat.

David Sihombing , Kuasa Hukum Ryanto, menduga ada dugaan masalah yang berkaitan dengan aliran dana yang notabene masuk ke kas negara melalui BUMN. “Korban ini setor dana, administrasi yang terima uang terlihat dana yang disetorkan, termasuk pejabatnya sudah dikasih tahu, tetapi KWH nya ga jelas, dana telah diterima,” ujar David Sihombing

David menegaskan persiapan data melaporkan ke Polisi, agar kasus ini jelas biar polisi yang proses. “Kami sudah kasih tahu, ternyata hingga saat ini belum terlihat niat baik, langkah terakhir melaporkan ke yang berwajib atas dugaan penggelapan dan penipuan” tegas David.

Pandapotan Manurung, Selasa (27/10/2020), saat dikonfirmasi Redaksi beritaindonet.com terkait setoran Ryanto membayar BP atau biaya penyambungan listrik di PT PLN (Persero) UID LAMPUNG. Ditanyakan juga ke Pandapotan atas penyetoran dibulan Juni 2020 belum terealisasi hingga saat ini dengan alasan di PLN KWH tersebut kosong, nyatanya dilapangan telah menyala (di daerah sungai Nibung Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang). Siapa yang mengerjakan sementara Pak Riyanto yang bayar. Juga ditanyakan, bagaimana nasib pembayaran Riyanto ke PLN? Namun Pandapotan tanpa ada jawaban konfirmasi.

Namun tidak lama setelah mengajukan pertanyaan konfirmasi ke Pandapotan, ada orang yang menghubungi Redaksi beritaidonet.com yang mengaku bernama Edi dari Kota Metro. Namun masih akan konfirmasi lanjutan ke atasannya yaitu Manager Joko Nur Astanto. (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here