Pihak Sekolah SMKN 3 Kaur Beri Hak Jawab: Anggaran 2019/2020 Digunakan Sesuai Juklak-Juknis

0
81

BERITAINDONET.COM, Bengkulu: Kepala Sekolah SMKN 3 Kabupaten Kaur  mengklarifikasi pemberitaan terkait aliran dana operasional sekolah tahun anggaran 2019/2020, Senin (18/01/2021), dijelaskannya bahwa informasi penyalahgunaan dana tidak benar.

“Tudingan itu tidak benar,” uangkap salah satu guru honor yang masih aktif, yang minta untuk namanya tidak disebut.

Lebih lanjut disampaikan sumber pihak sekolah itu, bahwasanya dana operasional sekolah tersebut tahun anggaran 2019/2020 telah dilaksanakan dan digunakan sesuai tugas dan fungsi kegiatan. Bantahan lainnya ialah atas pemberitaan media ini atas anggaran Bos Tri Wulan 1, Januari, Februari, Maret yang diduga fiktif itu tidak benar.

Sebelumnya, Kepala Sekolah menyampaikan keberatan, menghubungi wartawan beritaindonet.com, Senen 1 Februari 2021 via telfon selulernya. Ia mengatakan pentingnya klarifikasi detail terlebih dahulu ke kepala sekolah.

“Apa lagi berita tersebut bersumber dari salah satu honorer, sementara tenaga honorer kita ada 37 orang Bu. Yang namanya pro dan kontra pasti ada, dan semua permasalahan di sekolah terkadang guru honor banyak tidak mengetahui,” kata Edi Rusman Jaya Kepala Kekolah.

Proses yang benar menurut pihak sekolah tersebut bahwa setiap Tri Wulan benar dibelanjakan pembiayaan kegiatan pembelajaran (KBM) , termasuk kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan evaluasi dalam pembelajaran seperti melaksanakan  remedial terhadap siswa, pembelian multi media, juga pengembangan kemampuan tenaga pendidikan seperti kegiatan pelatihan guru atau tenaga pengajar baik di daerah melalui kelompok guru atau Pokja, maupun yang diberangkat kan sampai keluar Provinsi Bengkulu mengadakan pelatihan dan seminar seminar, serta pembelian alat multi media.

Piter, pihak Sekolah, mengungkap bahkan juga melakukan pengembangan perpustakaan, dengan menambah dan memperbaharui buku bacaan sesuai dengan kebutuhan siswa dalam belajar untuk pencapaian kurikulum, termasuk pembelanjaan daya dan jasa,  dan sarana prasarana penunjang pembelajaran seperti alat olah raga bola bola besar dan bola kecil, raket, dan semua penunjang untuk pembelajaran penjas. Dan semua pembelajaran memerlukan bahan penunjang untuk pencapaian kurikulum.
Masih menurut Piter selaku yang mengetahui detail pengeluaran pembelanjaan dana bantuan sekolah dan komite mengatakan, tenaga honorer ada 37 guru honor, yang setiap bulanya dianggarkan tiga puluh  sembilan juta setiap bulan.

“Sebelumnya memang sempat beredar isu yang berkembang bahwa sekolah kita hanya membelanjakan, pengembangan perpustakaan dan langganan daya dan jasa, begitu juga dengan adanya virus Corona covid 19, meski ada beberapa bulan tidak tatap muka, tapi proses pembelajaran tetap berjalan, pembayaran gaji guru honorer, tetap kita bayar. Dan adanya kegiatan fiktif, semua itu tidak benar, ” uangkapnya. (Sri, Korwil Bengkulu/R.1.1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here