Perkembangan Penggunaan Skala Richter Dan Magnitudo: Ukuran Kekuatan Gempa

18
56
Sumber Gambar: Youtube.com

Bandung ( beritaindonet.com): Memahami ukuran kekuatan gempa yakni Magnitudo dan Skala Richtermenjadisangat penting, tidak hanya untuk kalangan tertentu, namun menjadi bahan pembicaraan kalangan masyarakat pada umumnya, berhubung pembahasan dunia akhir-akhir ini seputaran gempa dan bencana alam lainnya.

Mengutip Liputan6.com Selasa (21/8/2018) BMKG menyatakan sudah tak menggunakan ukuran Skala Richter (SR) sebagai alat ukur gempa. “BMKG sejak 2008 sudah tidak menggunakan Skala Richter sebagai ukuran kekuatan gempa,” ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Alasannya, kata Daryono, BMKG sudah tidak lagi menggunakan cara ukur yang diciptakan Richter. “Richter mengukur kekuatan gempa memakai amplitudo, dan amplitudo tidak menggambarkan energi lengkap dari gempa,” kata dia.

Surono, ahli geologi Indonesia yang juga mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan bahwa Magnitudo–biasanya disingkat M, atau paling tidak Mb–memiliki cara pengukuran berdasarkan sensor frekuensi broad band 0.002-100 Hz.

“Mb estimasi energi gempa bumi atau magnitudo dari gelombang badan atau body wave, atau gelombang P atau pressure wave, atau gelombang transversal; di mana getaran partikel tanah searah penjalaran gelombang,” ucap Surono, ditulis Selasa (21/8/2018).

Dia menjelaskan, estimasi magnitudo akan lebih mudah bekerja di ranah atau domain frekuensi, dari spektrum gelombang gempa. Namun, spektra gempa dalam bentuk perpindahan partikel batuan atau tanah di mana sensor dipasang, bukan kecepatan getaran partikel tanah atau batuan di sekitar sensor dipasang.

Menurut Surono, dari spektrum perpindahan gelombang longitudinal, maka dapat diestimasi perbedaan stress (stress drop), lebar atau panjang sesar yang aktif, momen seismik untuk estimasi Ml dan bentuk estimasi magnitude gelombang tekanan di sumber gempa, yang disebut Mb.

Adapun untuk gelombang S atau magnitudo gelombang transversal permukaan dari gempa bumi, disebut Ms. Biasanya Ms lebih besar dari Mb. “Mb dan Ms harus betul diestimasi dari spektra dengan jenis gelombang P (longitudinal) dan gelombang S (transversal),” Surono menekankan.  

Magnitudo Lokal (ML) yang didapatkan di tempat gempa tersebut direkam atau seismograf, jelas dia, dapat dikonversi ke Richter agar lebih akurat. Namun, lebih akurat lagi penghitungan gempa berdasarkan Mb dan Ms.  

Kenapa ML lebih dekat dengan Skala Richter? Menurut Surono, hal ini karena kekuatan gempa diestimasi dari gelombang yang riil dirasakan di daerah yang terlanda gampa.

“Gelombang ini dirasakan di permukaan mengayun seperti naik perahu diguncang ombak, dominan guncangan samping, tidak dominan guncangan naik/turun,” ujarnya mengibaratkan.

Perbedaan Magnitudo Dan Skala Richter:

Lantas, apa perbedaan Skala Richter dengan Magnitudo ?

Skala Richter adalah sebuah satuan gempa yang ditemukan atau dikembangkan oleh Charles F Richter. Metode pengukurannya adalah dengan membuat simpangan amplitude maksimum pada alat seismograf.

Seperti dikutip dari

https://id.kalaRichterwikipedia.org/wiki/Magnitudo_gempaSkala Richter

18 COMMENTS

  1. Howdy! I know this is kinda off topic however , I’d
    figured I’d ask. Would you be interested in exchanging links or maybe guest authoring a blog article or vice-versa?
    My website covers a lot of the same subjects as yours and I feel we could
    greatly benefit from each other. If you might be interested feel free to shoot me an email.
    I look forward to hearing from you! Superb blog by the way!

  2. My spouse and I absolutely love your blog and find most of your post’s to be exactly I’m looking for.
    Do you offer guest writers to write content in your case?
    I wouldn’t mind producing a post or elaborating on some
    of the subjects you write with regards to here.

    Again, awesome web log!

  3. I do accept as true with all of the ideas you’ve offered in your
    post. They’re very convincing and can certainly work.
    Nonetheless, the posts are too quick for starters.
    May you please prolong them a little from next time?
    Thanks for the post.

  4. I read this article completely concerning the resemblance of
    most up-to-date and previous technologies, it’s remarkable article.

  5. Fantastic blog you have here but I was curious
    if you knew of any forums that cover the same topics talked about here?
    I’d really love to be a part of group where I can get responses from other experienced individuals that share the same interest.
    If you have any recommendations, please let me know. Many thanks!

  6. I’m really enjoying the theme/design of your website.

    Do you ever run into any web browser compatibility problems?
    A few of my blog audience have complained about my blog not working correctly in Explorer but looks great in Firefox.
    Do you have any tips to help fix this issue?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here