Pengadilan Batalkan Akta Berisi Anak Kandung, Disambut Perkembangan Laporan Polisi Keterangan Palsu

0
117

BERITAINDONET.COM: Nasib terlapor terduga pemberi keterangan palsu dalam akta otentik dapat ditentukan di Polresta Bandar Lampung, mengenai apakah akan naik sebagai tersang atau dibiarkan begitu saja. Pasalnya Akte lahir JL yang menyatakan anak kandung telah dibatalkan sesuai putusan  Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang  Putusan Nomor: 154/Pdt/G/2019/PN.Tjk  tertanggal 18 November 2019.

David Sihombing, Kuasa Hukum Pelapor mengatakan secara nyata alur kasusnya sudah tidak ada penghalang “Sehingga pernyataan waris terlapor yang mengakui JL sebagai anak kandung menjadi lebih transparan dan secara otentik arah kepalsuannya.” kata David Sihombing.

David mengatakan kasus keterangan palsu yang masuk ke dalam akte otententik sesuai laporan pasal 266 KUHP benar  Umur LP sudah 3 tahunan, akan tetapi sempat ada penghalang di pertengahan kasus yakni telah meninggalnya Notaris. “Waktu itu seingat saya penyidik harus periksa notarisnya sebagai wadah pembuat alat bukti akta otentik yang isinya pengakuan pribadi terlapor mengakui anak itu sebagai anak kandung, namun notarisnya almarhum, umur kan Tuhan yang menentukan” jelas David

 

Sehingga pesan penyidik setelah almarhum Notaris, diberikan surat bahwa kendala penyidikan salah satunya almarhumnya notaris, sehingga dibutuhkan kepastian hukum lainnya yang membuktikan bahwa alat bukti akta otentik itu tidak benar isinya.

 

“Karenanya kami membawa putusan pembatalan akta lahir yang menyatakan akte lahir atas nama JL Nomor: 474.1/U/02387/14/2005 tertanggal 15 April 2005 tidak memiliki kekuatan hukum, karena bukan anak kandung, sehingga kasus keterangan palsu di dalam akta otentik itu tidak perlu dibuktikan lagi karena sudah ada putusan pengadilan, dan harus segera ditetapkan tersangka,” terang kuasa hukum Pelapor.   

Sebelumnya Kasus ini dilaporkan Pelapor Rusmiyati sesuai Laporan Polisi: LP/B-1194/X/2017/SPKT tertanggal 20 Otober 2017 dan Terlapor Dewi Yana. Terlapor dilaporkan karena memasukkan keterangan yang diduga palsu ke dalam Akta Nomor: 3 Pernyataan Sebagai Ahli Waris tertanggal 7 September 2012 yakni terlapor mengakui JL sebagai anak kandung pada hal bukan anak kandung Terlapor, dan diduga Terlapor menggunakan pernyataan waris tersebut menghaki bidang tanah yang menjadi bagian hak Pelapor.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya, Rabu (8/7/2020)  ketika dikonfirmasi, belum mengatakan kasus itu telah dihentikan. (BI.R1.1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here