Pengacara Minta Kapolri Menindak Tegas Anggota Polresta Bandar Lampung Yang Diduga Menghasut Dengan Larang Pakai Pengacara

0
465

BERITAINDONET.COM: Salamat Sihombing merasa terjadi gejolak dengan kliennya di Polresta Bandar Lampung di bagian satuan Narkoba. Pasalnya Kliennya berubah Haluan akan mencabut surat kuasa setelah seorang anggota yang diduga bernama Iskandar telah memanggil kliennya dan meminta mencabut surat kuasa pendampingan pengacara.

Pengacara Salamat Sihombing

“Mohon kepada Bapak Kapolri melalui jajarannya Kapolresta Bandar Lampung agar memberikan penjelasan terhadap saya selaku kuasa hukum terduga pelaku Penyalahgunaan Narkotika. Saya meminta Bapak Kapolresta Bandar Lampung menindak tegas anggota Polisi dalam hal ini penyidik yang diduga menghalangi pencari keadilan demi terpenuhinya HAK-HAK tersangka di hadapan Hukum.” jelas Salamat Sihombing setelah mendapat pesan singkat dari keluarga tersangka atas masalah yang ada.

Salamat menjelaskan secara hukum jelas diatur hak-hak tersangka sesuai Pasal 54 KUHAP “Guna kepentingan pembelaan, tersangka atau terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum selama dalam waktu dan pada setiap tingkat pemeriksaan, menurut tata cara yang ditentukan dalam undang-undang ini.”

Pengacara muda ini juga menambahkan bahwa Pasal 55 KUHAP mengatur “Untuk mendapatkan penasihat hukum tersebut dalam Pasal 54, tersangka atau terdakwa berhak memilih sendiri penasihat hukumnya.”

“Hak dari Tersangka, sebagai warga negara harus diberikan, tidak berarti jika sudah tersangka hak harus diberangus, karena Pasal 57 ayat (1) KUHAP mengungkap bahwa Tersangka atau terdakwa yang dikenakan penahanan berhak menghubungi penasihat hukumnya sesuai dengan ketentuan undang-undang ini.” Tegas Salamat ke beritaindonet.com, Rabu (28/10/2020)

Mengenai kronologi perkara, kuasa hukum tersangka menjelaskan, Kliennnya bernama Beri Wijaya,  ditangkap di Kampung Ampai dan ditahan di Polresta Bandar Lampung sejak tanggal 10 Oktober 2020.  Kami selaku kuasa hukum dan informasi dari Pihak Keluarga tidak pernah mendapat  Surat Pemberitahuan Pengkapan atas nama Beri Wijaya.

“Pihak keluarga baru mendapatkan pemberitahuan adanya Penangkapan setelah tetangga terduga Pelaku yang juga ditangkap dan ditahan di Polresta Bandar Lampung memberitahukan adanya anggota keluarga ditahan di Polresta Bandar Lampung. Sejak saat itu pihak keluarga meminta Bantuan Hukum kepada. Ternyata ketika penyidik mengetahui terduga Pelaku didampingi Penasehat Hukum, penyidik Polresta Bandar Lampung atas nama Iskndar menghubungi Klien Kami agar mencabut kuasa hukum nya, jika tidak mau cabut kuasa, diduga dihasut akan mendapatkan Hukuman berat. Karena hal itu pihak keluarga menjadi ketakutan dan segera menghubungi Penasehat Hukumnya agar mencabut kuasa nya,” tegas Salamat Sihombing.

Sementara, Anggota yang disebut diduga menghalangi menggunakan jasa Pengacara, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dari redaksi beritaindonet.com Rabu, (28/10/2020) meskipun pesan terlihat telah ada kode terbaca, masih belum ada respon hingga berita ini diturunkan. (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here