Pekerja Angkut Semen Tiga Roda Patah Kaki, Sampai Sekarang Dibiarkan Menderita Begitu Saja

0
96

BERITAINDONET.COM, Bandar Lampung: Effendi (28) Warga Gang Alfukat, Lingukangan II, RT:005, Kelurahan Perwata Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung-Provinsi Lampung mengeluh atas tidak adanya konvensasi biaya pengobatan kecelakaan kerja. Ia telah bekerja di perusahaan pengangkutan Semen Tiga Roda kurang lebih satu tahun, dan mengalami patah tulang dibagian kaki sebelah kanan saat mengerjaan kepentingan perusahaan, namun dirasakan tidak diperdulikan. 

Foto Effendi, Korban Kecelakaan Berja di Gudang Semen Tiga Roda

Afendi mengatakan pekerjaannya cukup berat di perusahaan yang bergerak dibidang bongkar muat yang berlokasi di jalan Yos Sudarso RT:004, Kelurahaan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung. 

“Saya bekerja dari awal tahun 2019 hingga mencapai akhir 2019. Yang saya angkat disuruh disuruh perusahaan setiap hari ialah semen, saya mengerjakan pemindahan semen tiga roda dari kontener ke gudang penampungan, namun saya kecelakaan kerja tidak ada kepedulian, minimal saya diobati, uang saya yang habis berobat sangkal putung Pasir Putih” ujarnya ke beritaindonet.com, Jumat (21/2/2020)

Foto Gudang Tempat Afendi Bekerja Bagian Tampak Luar

Ia menjelaskan, mempunyai atasan saya bernama Ahmat Ali, sebagai atasan mandor gang bernama Leman. “Anemernya bernama Amin, semen itu milik Tiga Roda, teman saya pernah menganjurkan untuk meminta hak ke perusahaan Semen Tiga Roda, karena menurut teman saya itu yang dapat menanggung biaya pengobatan adalah perusahaan semen Tiga Roda.  

Ia berharap ada bantuan dari perusahaan, agar kakinya yang sudah patah bisa berfungsi kembali. “Saya mohon kepada perusahaan dan  kepada pemerintah, agar saya mendapat biaya pengobatan, karena sudah lama kaki saya masih belum sembuh, “ ujarnya.

“Setahu saya Pak Akiong kepala gudang, tapi saya tidak ada nomar HPnya untuk dihubungi.” imbuhnya. 

Sementara itu, perusahaan Semen Tiga Roda belum mendapat konfirmasi atas pemberitaan ini, karena ditemui di gudang untuk konfirmasi belum ada yang dapat memberikan keterangan. (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here