Nomor HP Polisi Terpampang Menjual Tanah Perumahan Bermasalah, Doddy Pertanyakan Hubungannya Dengan Kasus Di Polresta Bandar Lampung

196
261

Lampung (beritaindonet.com): Setelah Doddy Suhada Poerbo dipanggil sebagai saksi atas dugaan pencurian dan pengrusakan di Polresta Bandar Lampung, tidak lama minggu berselang: terpampang nomor Hand Phone (HP) penjual tanah di lokasi bermasalah tanpa nama, yang diduga seorang polisi yang pernah bertugas di Polda Lampung.

Yang menjadikan Doddy Suhada Poerbo dipanggil sebagai saksi, yakni keterkaitannya sebagai penjual kepada Nugroho Yulianto (42). Sebagai terlapor ialah yang mengaku pengelola tanah bermasalah Perumahan Taman Palm Permai II yang terletak di Rajabasa, Kota Bandar Lampung-Provinsi Lampung. Sebagai Pelapor yakni Nugroho Yulianto, warga Kelurahan Sidodadi, Bandar Lampung, melaporkan Tauhadi atas dugaan tindak pidana pencurian dan pengrusakan sesuai Laporan Polisi No:LP/B-285/II/2018/LPG/SPKT tanggal 17 Februari 2018, karena diduga mengambil plang tanpa ijin pelapor yang bertuliskan hak kepemilikan pelapor.

Doddy  mengaku, sebagai saksi menjelaskan kronologi penjualannya kepada Pelapor. Diakuinya dirinya adalah Pendiri PT. Doland Permata, pada 7 Juli 2011: dilakukan rencana penjulan objek tanah kepada yang bernama Mujahit senilai Rp5,25 miliar, akan tetapi masih hanya membayar kurang lebih setengah dan belum dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB). Objek tanah PT. Doland Permata menurut Doddy sudah ada sejak 2004-2005, dan pada 2009 Doddy menjual kepada Pelapor, namun keheranannya ada orang yang mengaku pemilik lahan yang belum lunas itu sebagai pemilik tanah yang pernah dijual ke Pelapor, sehingga dirinya merasa tersudut karena Pelapor meminta pertanggungjawaban.


“Saya sudah jelaskan kepada Pelapor tidak pernah menjual tanah miliknya dua kali, karena dengan Mujahit tidak ada AJB, dan masih hanya kesepakatan, termasuk lokasi tanah Pelapor berbeda dengan tanah yang direncanakan di jual ke Mujahit, makanya pernah diagendakan

Sesuai penyelidikan pengukuran ulang 33 ribu meter atau keseluruhan, “ uangkap Doddy ke beritaindonet.com, Jumat (7/2/2019).  

Nomor yang tertera sebagai penjual tanah dalam plang diduga merupakan nomor seorang polisi

Doddy mengatakan, setelah pemeriksaan dirinya sebagai saksi, didapatkan informasi bermunculan adanya keterkaitan penguasaan tanah dengan beberapa anggota Polisi atas tanah yang sedang Ia perjuangkan dan masih bermasalah.

“Sekarang ini semakin berkembang, ternyata kesulitan masalah ini bias saja ada keterkaitan dengan para penjual di lokasi yang informasinya seorang anggota, dan harus dipertanyakan kebenarannya ke propam. Tingkat kesulitan perkara sudah pasti tinggi ketika mengait anggota sebagai penjual tanah bermasalah. Perkara ditangani Andi, penyidik Polresta Bandar Lampung,” ungkap Doddy

Pendiri PT. Doland Permata ini mengeluh atas tindakan penyidik khususnya penyelidik bernama Andi di Polresta Bandar Lampung karena pemanggilannya sebagai saksi tidak menghasilkan kejelasan atas terangnya data-data yang digunakan sebagai bahan penyelidikan. “Saya meminta saat pemeriksaan agar menggunakan anggaran dasar PT, yakni saya sebagai pemilik saham atau tanah, karena tidak ada AJB tanah saya ke pihak lain, namun terkesan semua diabaikan,” ujarnya.

Doddy mengaku, data yang digunakan dan dipertanyakan dalam penyelidikan menggunakan peta tanah atau data tanah dan perusahaan yang diduga palsu, tidak sesuai pendirian perusahaan dan administrasi pemerintah, yang diduga ada kaitan dengan anggota yang menempel nomor di lokasi tanah sebagai penjual.

Hingga berita ini diturunkan, Andi, anggota penyidik Polresta Bandar Lampung belum memberikan tanggapan atas perkara tersebut, juga terlapor Tauhadi tidak dapat dikonfirmasi meski sudah dikirimkan pesan via WhatsUp. Termasuk terduga anggota penjual tanah tidak memberikan tanggapan ketika diminta informasi mengenai pemasangan plang berisi nomornya sebagai penjual di lokasi tanah bermasalah, Perumahan Taman Palm Permai II, Rajabasa, Kota Bandar Lampung-Provinsi Lampung.  (R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here