MIRIS !! DIDUGA SERING MENONTON KONTEN PORNOGRAFI SEORANG MURID SANTRI PONDOK PESANTREN DI NATAR , NEKAT MENYODOMI BEBERAPA SANTRI ADIK KELASNYA SEJAK 2019

0
41

BERITA INDONET.COM , Lampung Selatan : Karena sering menonton konten pornografi dari  beberapa  ponsel rekannya sesama santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Natar kabupatan Lampung Selatan , SU (18) Nekat mencabuli Adik kelasnya MF (13) sesama murid Santri  salah satu  Pondok Pesantren di Natar.

Poto : ilustrasi

“Ironisnya SU (18) sudah tercatat dua kali menyodomi adik tingkatnya dan sudah sering dilakukan pada santri – santri lainnya sejak tahun 2019  lalu.

“Sementara  pelaku SU (18) kini telah  diamankan di Polsek Natar  sejak sabtu (16/1/2021) untuk menjalani proses lebih lanjut .

Penangkapan SU berdasarkan laporan nomor : LP/B-134/1/2021/RESLAMSEL/SEK NATAR pada 14 Januari 2021. Usai melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, mengumpulkan alat bukti, serta gelar perkara, pelaku punditangkap dan dtetapkan sebagai tersangka. 

“Sudah kami tangkap dan dalam proses pemeriksaan,” ujar Kapolsek Natar, Kompol Hendy Prabowo, Minggu, (17/01/2021). 

Dari hasil pemeriksaan tercatat pelaku dua kali menyodomi adik tingkatnya sejak awal Januari 2021 di lingkungan pendidikan keagamaan tersebut. Modus perbuatan pelaku dengan cara memeluk korban dari belakang laluditambah unsur intimidasi dan paksaan. Selang beberapa hari perbuatan tersebut kembalidilakukan pelaku. 

“Dari pemeriksaan, motif pelaku karena terpengaruh dengan konten pornografi dari ponsel beberapa rekannya,” katanya. 

Perbuatan pelaku ternyata tidak hanya pada MF, tetapi terhadap para santri lainnya di pondok tersebut. Ia nekat berbuat cabul sejak 2019.

Setidaknya tiga pelaku lain telah menjadi korban dengan frekuensi setiap korban. dicabuli lima sampai enam kali. “Tiga korban yang lain sudah ke luar dari situ,” paparnya. 

Pelakudijerat Pasal 81A ayat (4) dan Pasal 82A ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2O16 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.(R1/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here