Mini, Tangisi Polres Pesawaran, Uangkap Anaknya Tidak Mungkin Pelaku Cabul Di Pondok Pesantren Muhammad Daud

1
116

BERITAINDONET.COM, Lampung: Mini Astuti, Warga Sukaraja VI, RT: 003, RW:006, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran-Provinsi Lampung sudah dirundung duka. Ia menangisi Polres Pesawaran karena anaknya yang sedang baru dioperasi bernama Parizal Latif ditangkap Polres Pesawaran Lampung. Menurut ibu kandung tersangka, saat waktu yang dianggap kejadian, anaknya tidak keluar rumah.

Mini Astuti, Saat mencurahkan isi hatinya di rumahnya, ia menjelaskan, alangkah pedih perasaan anaknya yang ditahan di Polres Pesawaran yang masih sakit, dan badan anaknya semakin lemah.

“Anak saya bersama saya tanggal 20 September 2019 hingga 21 September 2019 pagi hari, malah malam 20 September 2019 anak saya tidak keluar rumah, anak saya tidur bersebelahan dengan tempat tidur saya dan bapaknya, hanya pembatas lemari, rumah kami kecil, jadi tidak mungkin anak saya pelaku, apalagi rumah saya dengan pondok itu sangat jauh” ujar ibu tersangka saat berbicara dengan kuasa hukum di depan media, di rumahnya beberapa hari lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pelapor tidak pernah melaporkan tersangka atas dugaan sesuai laporan polisi. Termasuk tersangka tidak pernah diperiksa sebelum ditangkap, meski jarak waktu dugaan tindak pidana dan penangkapan sekitar dua bulanan.

Laporan Polisi atas kasus ini sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/B-699/XI/2019/SPK/ Polda Lampung/Res Pesawaran tertanggal 21 September 2019. Pidana dilaporkan seorang tenaga guru Pondok Pesantren Muhammad Daud. Dianggap terjadi pencabulan empat orang anak sekolah yang masih dibawah umur, di kamar tidur perempuan di Asrama Pondok Pesantren di Desa Pampangan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Bersamaan dengan pencabulan, juga diduga terjadi pencurian dengan pemberatan yang terjadi sekira pukul 02 WIB 21 September 2019, meski asrama tersebut dibangun permanen.

Sesuai surat penangkapan tanggal 23 November 2019, tersangka diancam pasal 82 Ayat (1) Perpu Nomor 1 Tahun 2016 jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo Pasal 363 Ayat (1) KUHP.

Pelapor, Kurniawan, saat dikonfirmasi mengakui dirinya sebagai pelapor atas perintah atasan yakni pendiri Yayasan. “Pendiri Yayasan Bapak DR Sapta Nirwanda, M.Si, saya diperintahkan melapor ke pihak yang berwajib, “ ujar Kurniawan, Kamis, (28/11/2019) ke beritaindonet.com.

Kapolres Pesawaran, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, saat menanggapi kasus tersebut berterimakasih atas adanya kontrol dari luar. “Insya Allah, kita amanah, dan tidak Zholim, “ ujar Kapolres saat dikonfirmasi beritandonet.com, Kamis, (5/12/2019). (M.Julian/R1.1).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here