Mengembang: Saksi Uangkap Rp300 Juta, Rp100 Juta Ke Kasi Intelijen, Sisanya Bagi-Bagi

0
65

BERITAINDONET.COM, Lampung: Wawan Suhendra, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji bersaksi di sidang, Ia mengungkap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulangbawang tahun 2018 menerima uang Rp100 juta yang diduga dari hasil fee proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Mesuji, Lampung.

Wawan Suhendra merupakan salah satu saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kasus fee proyek yang melibatkan terdakwa Sibron Azis dan Kardinal di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (9/5/2019).

Jaksa KPK Wawan Yunarwanto mengatakan pihaknya akan menggali informasi dari fakta persidangan yang bersumber dari saksi Wawan Suhendra, soal uang Rp100 juta yang diberikan kepada Kasi Intelijen Kejari Tulangbawang. Menurut Wawan nilai yang diungkapkan sebenarnya Rp300 juta Kejari Tulangbawang mendapatkan jatah Rp100 juta.

“Saksi Wawan mengatakan uangnya Rp300 juta, Rp100 juta ke Kasi Intelijen dan sisanya dibagi-bagi,” tegasnya.

Selain saksi Wawan Suhendra, Jaksa KPK menghadirkan saksi Najmul Fikri, seorang Kadis PUPR Kabupaten Masuji. Keduanya menjadi saksi atas kasus fee proyek dengan terdakwa Sibron Azis dan Kardinal.

Berbeda dengan kesaksian Najmul Fikri, di muka persidangan JPU, Ia mengatakan tidak mengetahui proses ploting masalah. Saksi menyampaikan keterangannya ketika kronfontir keterangan dua saksi yang merupakan Sektetaris di Dinas PUPR dan Kadis Dinas PUPR Mesuji mengenai pekerjaan proyek dan aliran uang yang diduga dari fee proyek.

“Tidak mengetahui proses dari ploting itu.” ujar Najmul Fikri saat menjawab Jaksa

Seperti diketahui, Saksi Wawan telah ditetapkan sebagai tersangka. Diketahui Wawan telah dua kali menjadi saksi pada perkara tersebut. Berdasarkan hasil sidang persidangan, uang tersebut mengalir melalui Wawan sebelum sampai kepada para penerima aliran dana korupsi itu.

Kasus sidang Sibron Azis dan Kardinal bermula setelah petugas KPK operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 23 Januari 2019 lalu. Dalam OTT itu, KPK mengamankan sebanyak 11 orang dan uang sebesar Rp1,28 miliar dari tiga lokasi, yakni, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Tengah, dan Mesuji. Uang yang disita itu merupakan uang yang diduga merupakan suap proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji TA 2018.

Atas perkara itu, kedua terdakwa (Sibron Azis dan Kardinal) dikenakan pasal 5 ayat (1) huruf a UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TPK) sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. Termasuk pasal dakwaan lainnya yakni pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. (Katharina/R/R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here