Memahami “Ramalan Mbak You” Dan Prinsip Spritual Membuat Anda Tidak Perlu Gelisah

0
48

BERITAINDONET.COM, Pandangan Sisi Lain: Dalam hidup, akan selalu minimal dua sisi. Pentingnya terlebih dahulu menentukan jalan apa yang ditempuh atau yang digunakan untuk memberikan pandangan.

David Sihombing, S.H, B.Th, Praktisi Hukum

Jika sudut pandang itu dari segi spiritual atau gaib, atau roh, maya, maka tentu titik tolaknya adalah para normal atau spiritual atau non fisik atau secara energi.

“Ramalan Mbak You” yang melihat dari segi yang diakui dirinya memiliki kemampuan melihat atau menafsir dari kemampuannya yaitu spiritual, bukan dari segi fakta atau fakta hukum umum. Artinya sudut pandangnya adalah secara roh/gaib; Yang barang tentu ada sumbernya, yang menurut hemat saya tidak ada masalah khusus.

Semua sumber informasi pada dasarnya akan digunakan untuk menafsir perjalanan hidup, karena hidup akan diberi nilai oleh informasi. Dalam tulisan ini saya menyebut bahwa informasi menentukan kualitas nilai, dan perbandingan informasi menghasilkan nilai seperti nilai “baik dan buruk.” Karena tanpa perbandingan maka nilai tidak bisa ditentukan.

Terlepas dari siapa yang benar dan yang salah mengenai sumber, yang perlu diketahui secara prinsip ialah bahwa ada dua kekuatan atau sumber yang selalu berjalan mempengaruhi hudup. Ada dua kekuatan yang memiliki agenda yang bertolak belakang yang dapat disebut “terang dan gelap” dan kedua kekuatan atau sumber itu memberikan informasi melalui ciptaan Tuhan, tidak hanya melalui manusia, termasuk semua alam. Dalam tulisan ini tidak menyebut Mbak You berasal dari kegelapan, karena dalam tulisan ini tidak hanya manusia mediator informasi.

Pertanyaannya ialah. Apakah informasi yang diperoleh harus terjadi ketika telah sampai informasi itu dari sumber melalui mediatornya ? Jawabannya tidak harus terjadi. Mengapa ? Karena sama seperti mimpi seseorang pada waktu malam atau di hari terang, mimpi terjadi terhadap dirinya mala petaka atau terjadi masa depan yang besar bahagia. Apakah mimpi itu pasti terjadi ? Jawabannya: Tidak, karena penggenapan mimpi tergantung manusia memperlakukan mimpi itu dalam menyesuaikan channel diri kepada energi yang telah terbayang dalam mimpi.

“Segala sesuatu selain yang diharuskan digenapi oleh Tuhan dapat batal atau dibatalkan oleh manusia,” karena manusia adalah tujuan informasi “ditawarkan,” dan manusia adalah pengendali informasi yang ditawarkan untuk diterima atau tidak.” Jika manusia bergeser ke channel lain menghindar dari informasi atau jaringan itu, maka informasi itu tidak mengena pada dirinya. Sama seperti beberapa orang yang selamat dari jatuhnya pesawat, yang saya yakini adalah karena berbeda channal, sehingga dengan sendirinya tidak terjadi masuk dalam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan prosesnya atau dengan alasan tertentu.

Yang perlu ditentukan dalam tulisan ini bahwa “tidak boleh menghakimi orang yang meninggal akibat jatuhnya pesawat karena dosa mereka” Hal ini perlu agar jangan memandang setiap persoalan akibat dari perbuatan buruk. Karena “Untuk segala sesuatu ada masanya,untuk apapun di bawah langit ada waktunya,”  

Pada dasarnya, meskipun Mbak You tidak meramalkan hal tersebut, semua pertunjukan kedua kekuatan yakni kekuatan “terang dan gelap” “Surga dan Neraka” “Kebaikan dan keburukan” tetap terjadi dalam bentuk tanda tanda. Sifat dan kemunculan “tanda-tanda atau simbol” menunjukkan bahwa dunia memiliki akhir dan sekaligus menunjukkan ada yang tidak berakhir yakni ditempat dimana waktu menjadi menjadi tidak ada arti yang disebut dengan kekekalan. Simbol, baik itu simbol secara fisik gambar masa depan memiliki makna tersendiri buat sumber pemberinya, terlepas dari sumber itu dari Tuhan atau sumber kebaikan maupun sumber dari alam maut.  

Karena itu, bangsa tidak perlu memberikan rasa takut yang berlebih atas hal yang tersampaikan, hanya saja perlu menjaga diri, menjaga warga, hidup lebih fokus pada tujuan masing-masing sesuai profesi yang sedang dikerjakan. Saya sendiri yakin Indonesia akan lebih maju, Indonesia maju seperti motto yang dianut bersama. Salam cinta tanah air. (By David Sihombing, S.H. B.Th, Praktisi Hukum/Editor By Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here