Maraknya Limbah Pabrik Industri Di Buang Ke Sungai : Ribuan Ikan Mati Di Aliran Sungai Way Sekampung

0
47

BERITA INDONET.COM , Lampung Timur : Pencemaran limbah dibuang ke Sungai masih saja terjadi dan cenderung lebih parah di Provinsi Lampung. Akibat ribuan ton ikan mati di aliran sungai Way Sekampung yang melintasi Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan, yang berwarna hitam pekat, dan Nelayan ikan tawar banyak kehilangan mataa pencarian, Selasa 11 November 2020.

Menurut warga setempat, limbah tersebut diduga berasal dari salah satu pabrik produksi yang berada di Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan dan Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.

Jamal (25), nelayan yang sehari-hari mencari ikan di Way Sekampung mengecam perbuatan yang tidak bermoral dengan membuang limbah sembarangan hingga membunuh ekosistem.

Dia menduga pembuangan limbah itu dilakukan salah satu pabrik yang berada di bantaran Way Sekampung. Pasalanya, keluhan pencemaran ini sudah lama disampaikan warga ke pamong setempat. Warga mengakui beberapa kali petugas datang memeriksa ke Way Sekampung, namun hingga kini pencemaran masih terjadi.

Nurdin (33), dari Dusun Putak Jaya, Desa Marga Batin, Kecamatan Waway Karya juga mengeluhkan pencematan itu. Menurut Nurdin hal ini bukan yang pertama tapi setiap enam bulan sekali ini terjadi. “Ratusan nelayan dan masyarakat yang menggantungkan ekonominya di Way sekampung terancam kehilangan mata pencarian,” kata Nurdin.

Mereka berharap Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Polda Lampung dan Polres Lampung Timur, menurunkan tim investigasi untuk mengusut tuntas masalah ini. Kemudian, memberikan sangsi tegas terhadap pengusaha nakal yang membuang limbah sembarangan di Way Sekampung.

Pencemaran sungai yang beruhulu di Kabupaten Tanggamus itu terjadi sejak beberapa hari terakhir. Way Sekampung melintasi Kabupaten Pringsewu, Pesawaran, Lampung Selatan, dan berujung di Lampung Timur. Ribuan ton ikan mati antara lain terlihat di Way Sekampung di Gunungraya Kecamatan Margasekampung, Lampung Timur (Lamtim). Peristiwa ini sempat viral di media sosial.

Sekretaris KNPI Lamtim, Marsoni mengaku melihat ke lokasi di Gunungraya pada Rabu 11 November 2020. Dia prihatin banyaknya ikan yang mati mengambang dan mulai membusuk. “Ikan ikan itu mati sejak kemarin 10-11-2020,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, warga air Way Sekampung tidak lagi keruh, tetapi semakin hitam pekat. Hal ini mengakibatkan ribuan ton ikan mati. “Hitamnya air sungai tersebut diduga disebabkan pencemaran limbah beberapa pabrik yang beroperasi di sekitar sungai,” ujar Marsoni.

Kondisi seperti itu tidak boleh dibiarkan. Sungai itu menjadi andalan penghasilan banyak warga, terutama yang mukim di sekitar sungai. “Selama ini banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari mencari ikan. Mencari nafkah dengan menangkap ikan,” katanya

Marsoni meminta pemerintah bertindak tegas atas kejadian tersebut. Pabrik atau pihak mana pun yang mencemari Way Sekampung harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. “Di dalam sungai itu kan banyak sekali jenis ikan dan udang galah yang nilai jualnya tinggi. Pemerintah perlu segera mengambil tindakan tegas agar sungai bisa kembali jernih seperti dulu,” harapnya. (Snrl/R1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here