Lagi Disorot, MTM Meminta Polresta Bandar Lampung Tahan Tersangka Darussalam

0
33

BERITAINDONET.COM, Bandar Lampun: Masyarat Transfaransi Merdeka (MTM) mengirimkan surat ke Penyidik di Polresta Bandar Lampung Senin, (21/9/2020). Surat itu ditandatangani Ashari Hermansyah selaku Dewan Direktur. Mereka meminta supaya Polresta Bandar Lampung menahan Tersangka Darussalam.

“Kami Masyarat Transfaransi Merdeka yang peduli dalam penegakan hukum di Bumi Ruwa Jurai, dengan perihal Meminta Polresta Bandar Lampung Tahan Tersangka Darussalam,” disampaikan dalam isi surat tersebut.

Hingga 22 September 2020, belum ada informasi media Polresta Bandar Lampung mengirim berkas Tersangka Darussalam ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dan Kejaksaan belum ada informasi media telah menerima berkas Tersangka Darussalam untuk diteliti.

Permintaan tersangka Darussalam ditahan dalam kasus yang diduga menipu korban Nuryadin, yang diakui berakibat kerugian hingga miliaran rupiah. Kuasa hukum korban Handri Martadinyata sering menjelaskan sudah sepatutnya dilakukan penindakan tegas dengan cara menahan tersangka, karena terlihat tidak ada niat baik meskipun para Terlapor sudah naik status dalam dugaan penipuan dan Penggelapan.

Diberitakan sebelumnya, Sodri Pasiwaratu Gelar Ratu Sejagat, Tokoh Lampung, menelisik rumitnya persolan yang membendung masalah penahanan Tersangka Darussalam, salah satu kader Partai Gerindra. Pasalnya tersangka belum ditahan meskipun tersangka belum melakukan penyelesaian kepada Korban Nuryadin/Pelapor yang mencapai miliaran rupiah.

“Jika Back Up Tersangka Darussalam Lebih Tinggi Pangkatnya, Bisa Kemungkinan Besar Polresta Balam Tidak Berani Menahan, ” ujarnya.

Yang tidak baik menurut Ketua Formalab ini ialah ketika masyarakat tidak yakin lagi dengan Polresta. “Klo saya yakin bahwa Polresta masih menjaga nama baiknya dalam hubungannya dengan marwah Polri, jika Polres tidak menjaga nama baiknya dalam kasus ini, kita siap turun aksi, saya sendiri malu dengar semua ini” ungkap Ratu Sejagat.

Senada dengan pendapat Tokoh Lampung, Sodri, Praktis Hukum senior, DR. (Can) Pitriadin, S.H., M.H yang mengemukakan pemberian pemenuhan hak dari Korban adalah langkah hukum yang rasioanal sebagai pengganti Tersangka tidak ditahan. Ia mengatakan yang disampaikan praktisi lainnya merupakan bentuk penegakan hukum berkeadilan.

“Sangat rasional yang disampaikannya terkait tujuan awal melapor ialah untuk mendapatkan rasa keadilan. “Apa maksud mereka Tersangka tidak ditahan dan tidak ada penyelesaian dari Terlapor kepada Korban ? Korban itu melapor untuk mendapat rasa adil,” uangkapnya.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya kepada menyangkal adanya perlakuan khusus pada diri tersangka, termasuk menepis pertanyaan sahabat adalah alasan tidak ditahannya Tersangka yang sudah merugikan korban sesuai laporan. “Tidak ada bedanya,” ujar Kombes Pol Yan Budi Jaya

Sebelumnya diberitakan, Kasus laporan polisi Nomor: LP/B/405/II/2020/LPG/Resta Balam tertanggal 18 Februari 2020 dilaporkan karena menurut pihak korban Terlapor telah diduga membuat janji bohong dan penggunaan uang tidak pada peruntukan, dengan menerima uang dari korban untuk pembuatan sporadik sesuai dengan Kwitansi tanda penerimaan uang 09 September 2014 dan 12 September 2014, terlapor menjanjikan korban akan mendapat untung miliaran rupiah dari hasil penjualan 16 hektar atas objek tanah yang terletak di Jalan Yossudarso RT:01, RW:01, Kelurahan Bumi Waras, Teluk Betung Selatan-Kota Bandar Lampung. Alhasil faktanya hingga laporan dibuat, semua janji Terlapor nihil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, objek tanah yang sedang bersporadik sebagai objek yang diperjanjikan akan dijual telah banyak sertifikat termasuk sertifikat hak pakai Pemda Kota yang terbit tahun 2017 termasuk lahan itu merupakan bagian dari lahan Lokasi reklamasi pantai sesuai ijin operasional Reklamasi Pantai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor:KP.462TH2011 Surat Perjanjian Kerjasama (P.K.S) antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan PT.Teluk Wisata Lampung (T.W.L) Nomor 11 Tahun 2010/012/TWL/PKS/06/2010(R.1.1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here