Kepala BPN Lari, Terungkap Perdamaian Bukan Pihak Bersengketa, 50 % Pencairan Bagi-Bagi, Proyek Rp100 Miliar Ribut

4
326

Lampung ( beritaindonet.com): Usai Rapat UGR Proyek Rp100 Miliar, Kepala BPN Lampung Timur dan Kasi Pengadaan tanah langsung lari sekencan-kencangnya ke jalan kecil di belakang parkiran Kantor Cabang BRI Tanjungkarang, Senin (18/3/2019). Pasalnya terungkap bagi-bagi uang 50 % dengan janji yang melibatkan kepentingan panitia pembebasan lahan Proyek Pembangunan Bendungan Gerak Jabung, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Wawai Karya, Lampung Timur-Provinsi Lampung.

Pada saat penandatanganan pembukaan rekening dan rapat UGR di BRI Tanjungkarang, rapat dipimpin Mangara Manurung didampingi kepala seksi pengadaan Tanah Suhadi. Hadir juga dalam rapat kepala PPK dari Balai Besar kementerian Pengairan, Heru. Usai rapat Mangara Manurung dikonfirmasi mengenai berapa bagian Mangara Manurung dkk dari 50 % itu, Mangara langsung terlihat berlari sekuat tenaga ke gang kecil belakang Bank BRI Tanjungkarang ditemani Suhadi. Ternyata Mangara dkk sudah merencanakan parkir di gang sempit.


Halaman 1
Kesepakatan yang beredar Di BRI Tanjungkarang yang bukan antar pihak Yang Saling Menggugat

Kepala BPN Lamtim, Mangara juga terlihat tetap tunduk lari tanpa dapat dikejar ketika ditanyakan apakah benar Mangara Manurung keluarga Presiden Joko Widodo, karena terdengar informasi Mangara Manurung tidak bisa disentuh hukum dan termasuk Kaderi (tim panitia bersama Mangara), yang nyatanya  tersangka Pemalsu ancaman tinggi, namun tidak ditahan di Polda Lampung.  Sekarang ini Presiden Joko Widodo, dkk digugat di Pengadilan karena mengatakan pembebasan lahan hampir tidak masalah dan pembayaran ganti untung. Seperti diketahui, sebelumnya Dir Reskrim Polda Lampung Kombes Pol Bobby Marpaung mengatakan alasan Tersangka Pemalsu tidak ditahan karena ada surat sakit dan dijamin. Akan tetapi Tersangka sering mengadakan rapat dan selalu ikut dalam rapat pencairan proyek ratusan miliar itu hingga ke luar kota.

Selama rapat di BRI lantai tiga, terlihat kurang lebih 10 orang berbaju preman yang mengaku intel Polda Lampung. Terdengar suara orang yang berpakaian preman itu menyuruh agar rapat dilanjutkan. “Saya dari polda, lanjutkan ja” ujar seorang berpakaian preman saat ditanyakan beritaindonet.com

Terkait bagi-bagi uang 50 %, ada kesepakatan yang dibuat, bukan dengan pihak bersengketa. Malah bersepakat dan diketahui Tersangka Pemalsu surat yang dicairkan, Kaderi (kepala Desa setempat). Kaderi, tersangka, usai rapat mengatakan pembagian itu hasil kesepakatan bersama. Kaderi dan menantunya seorang anggota Polisi bernama Subandrio juga masuk daftar penerima ganti rugi. “Benar ada kesepakatan, tapi hasil bersama,” ujar tersangka Pemalsu surat, Kaderi saat dihubungi.

Halaman 2
Kesepakatan yang beredar Di BRI Tanjungkarang yang bukan antar pihak Yang Saling Menggugat

Sementara itu, Eko yang mengaku kuasa ahli waris Doddy Syakhrun Tanjung (alm) pencairan murni tidak ada kaitan dengan pihak yang pernah digugat Suwardi Ibrahim di atas perkara kurang lebih 127 hektar. Hal itu diungkapkan Eko di depan perwakilan BRI Tanjungkarang dan di hadapan pejabat PPK Balai Besar Bandar Lampung. “Tidak ada kaitan dengan pihak yang pernah digugat Suwardi Ibrahim, saya akan kirimkan surat ke Suwardi Ibrahim setelah pencairan hari ini,” ujar Eko di ruang rapat resmi Bank BRI Tanjungkarang saat bertemu dengan kuasa hukum Suwardi Ibrahim.

Elke, perwakilan BRI Tanjungkarang mengatakan pencairan mempercayai yang dikatakan Eko dan Balai Besar (PPK) dan BPN. “Setahu kami menurut BPN dan Balai tidak ada masalah lagi,” ujar Elke saat pertemuan.

Heru kepala PPK Balai Besar mengatakan tidak pernah mengetahui ada masalah, termasuk tidak mengetahui adanya aksi demonstrasi yang dilakukan beberapa kali atas kasus rekayasa data pembayaran dan data tanah. “Saya tidak pernah tahu ada demo,” ujar Heru saat menjawab pertanyaan David Sihombing, kuasa hukum Suwardi Ibrahim dalam rapat.

Yusen, yang juga mewakili Balai Besar saat pertemuan itu mengatakan pembayaran tanggal 18 Maret 2019 karena sudah ada konsiniasi putusan pengadilan. “Yang sudah konsiniasi yang akan dibayarkan ini, kan sudah konsiniasi,” ujar Yusen dalam rapat resmi di BRI Tanjungkarang. Kemudian David Sihombing menanggapi ungkapan Yusen dari balai Besar akan mempertanyakan ke Pengadilan Negeri Sukadana mengenai kebenaran pernyataan Yusen atas telah dilakukannya konsiniasi. “Ucapan Yusen terekam otomatis, di bilang sudah ada konsiniasi, sehingga dibayar hari ini, ini yang belum saya tahu, kami tinggalkan BRI karena bahasa Bapak Yusen telah ada konsiniasi untuk pembayaran hari ini, kami akan perjelas dulu ke Pengadilan Sukadana, jika tidak benar pencairan hari ini sudah konsiniasi, bala ini buat Yusen“ ucap David Sihombing.

Seperti diketahui, acara rapat UGR dan pembukaan rekening warga calon penerima dana hasil pembebasan lahan kemaren sore, merupakan kelanjutan dari Muswawarah nominatif tanggal 18 Februari 2019. Diketahui pencairan waktu itu gagal karena ada aksi unjuk rasa di kantor balai Besar Bandar Lampung. Yusen saat menyambut aksi berjanji akan menyelesaikan kasus itu dengan Suwardi Ibrahim sebagai pihak bersengketa, di hadapan massa.

“Akan tetapi ternyata perdamaian jadi terlihat direkayasa, malah dibuat bukan antar pihak yang bersengketa, melainkan dengan pihak lain yang tidak pernah digugat, bagi-bagi 50 % sesuai pengakuan dan bukti hari ini,” ujar David Sihombing.

Dalam rapat antara wakil BRI, PPK Balai Besar dan kuasa hukum Alm Doddy bernama Eko, ada pengakuan Eko: Kliennya (Alm) Doddy benar disuruh mengurus tanah milik Suwardi Ibrahim dengan perjanjian fee, akan tetapi perjanjian itu sudah pernah di putus dan saling mengakui di persidangan. “Kan kerjasama itu sudah putus diaku di Pengadilan, “ujar Eko dalam rapat. David Sihombing menanggapi ucapan eko menegaskan justru putus memutus kerjasama itu sebagai bukti benar bukan Doddy Syakrun Tanjung pemilik tanah.

“Nyata kan, diakui Doddy Syakhrun Tanjung hanya disuruh, berbentuk kersama fee, di hadapan rapat resmi di BRI,” ujar David.

Sebelumnya Kepala BPN Provinsi, Bambang, mengatakan harus konsiniasi jika masalah antar pihak. “Dikonsiniasi, kan ini masalah,” ujar Bambang. (R1.1)

4 COMMENTS

  1. Hey there I am so excited I found your website, I really found you
    by mistake, while I was searching on Askjeeve for something
    else, Nonetheless I am here now and would just like to say many thanks for a incredible post
    and a all round interesting blog (I also love the theme/design), I don’t have time
    to browse it all at the moment but I have bookmarked it and also added in your RSS feeds, so when I
    have time I will be back to read a great deal more, Please do keep
    up the superb b.

  2. Hi, I think your blog may be having internet browser compatibility problems.

    Whenever I take a look at your web site in Safari, it looks
    fine but when opening in I.E., it’s got some overlapping issues.
    I merely wanted to give you a quick heads up! Aside from that, great blog!

  3. Heya i’m for the first time here. I found this board and I
    find It truly useful & it helped me out much. I hope to
    give something back and help others like you helped
    me.

  4. Thank you for some other fantastic post. The place else may anybody get that type of info in such a perfect method of writing?
    I have a presentation subsequent week, and
    I’m at the look for such info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here