Kasus Sabu 1,2 Kg Sidang Tanpa Barang Bukti, Hanya Foto. Kemana Barang Buktinya ?

0
569

BERITAINDONET.COM, Lampung: Kasus sabu 1,2 kg dengan terdakwa Joni Effendi, yang sebumnya ditangani Subdit III Narkoba Polda Lampung menjadi polemik besar. Pasalnya hingga saat ini barang bukti tersebut tidak pernah dihadirkan dalam pembuktian di persidangan.



Kasus ini sudah lebih dari 5 kali batal bacakan agenda tuntutan namun belum dibacakan hingga Selasa (4/8/2020), agenda sidang lanjutan, Selasa (25/8/2020) dengan agenda penuntutan.

Fitriani, istri terdakwa masih heran mengapa suaminya dilibatkan dalam kasus ini, dan dirinya kaget ketika mengikuti persidangan suaminya berhubung Jaksa Yusa tidak membawa barang bukti yang konon katanya ada untuk kasus suaminya. Terungkap dalam sidang jaksa Yusa hanya menunjukkan foto terduga barang bukti 1,2 Kg sabu kepada Majelis Hakim yang diketuai Dina Pelita Asmara.

“Hanya foto, ga ada saya lihat sabu, apa begitu yah pak, suami saya juga mengakui tidak pernah melihat yang katanya ada sabu sejak penyidikan, dikejaksaan hingga persidangan,” ujar Fitri ke redaksi beritaindonet.com, Sabtu, (22/8/2020) sekitar 15.58 WIB.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Tanjungkarang Timur Pradoko ketika dikonfirmasi beritaindonet.com, Sabtu, (22/8/2020) terkait apakah diperbolehkan suatu perkara sidang tanpa mengadirkan barang bukti 1,2 kg sabu, namun Ketua Pengadilan belum memberikan jawaban pesan apapun.

Ditanyakan juga kepada Ketua Pengadilan terkait Terdakwa tanpa didampingi kuasa hukum dalam proses sidang, juga belum ada respon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus terdakwa bermula ketika terdakwa diajak seseorang yang bernama Miswan alias Iwan, warga Negeri Sakti Pesawaran. Miswan mengajak terdakwa dan menjemput ke Rumah Terdakwa mengambil kiriman saudaranya, dan singkatnya Miswan mengajak terdakwa melaju ke Tango Hostel di Sultan Agung Bandar Lampung. Alasan Miswan ke terdakwa bahwa HP Miswan sering mati sehingga nanti dikontak yang akan kasih kiriman ke HP terdakwa. Setibanya di Hotel itu, Miswan mengatakan agar Terdakwa mengaku dirinya bernama Iwan ketika ada yang menelepon menanyakan Iwan.

Setelah dikontak sama seseorang yang tidak dikenal terdakwa, lalu Miswan mengatakan agar mengangkatnya dan mengikuti petunjuknya karena ada paket berisi uang dan baju dari keluarga Miswan untuk diberikan kepada Istri Miswan. Penelepon pun menyuruh terdakwa agar naik ke lantai atas ke kamar hotel nomor 3 dan posisi Miswan ada dibawah, lantai satu. Ternyata di kamar hotel itu ada seseorang menyerahkan tas warna coklat yang mengatakan itu barangnya. Lalu terdakwa menanyakan mana uang dan bajunya. Jawab orang yang ada dalam hotel itu, itu ambil.

Setelah terdakwa turun dari kamar hotel nomor 3, terdakwa melihat Miswan dikerumuni banyak orang dan Polisi, salah satu yang kerumuni merupakan orang yang kasihkan tas di dalam hotel itu yang diduga berisi sabu 1,2 kg. Terdakwa sempat heran mengapa Miswan dikerumuni banyak orang. Tak lama setelahnya, Terdakwa langsung ditangkap, matanya di lakban, namun Miswan serta motornya dengan cepat tidak kelihatan. (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here