Kasus Penipuan Fee Proyek Infrastruktur Miliaran Menyeret Nama Wakil Bupati Pringsewu: Kini Ditangani Oleh Dirkrimum Polda Lampung

0
85

BERITAINDONET.COM, Pringsewu: Kasus penipuan fee proyek infrastruktur miliaran yang menyeret nama Wakil Bupati Pringsewu DR Fauzi, kini ditangani Ditkrimum Polda Lampung. Korban dirugikan Rp750 juta, uang tunai dan satu unit mobil Toyota Alphard Vellfere B-2904-SBR. Kasusnya sempat dilaporkan ke Polres Tanggamus medio 11 Juni 2019 lalu. Lalu empat bulan kemudian kasus dilimpahkan Polres Pringsewu, dan satu bulan kemudian dilimpahkan ke Ditkrimum Polda Lampung.

“Dilangsir dari  sinarlampung.co (jejaring Media Berita Indonesia net) di Polda Lampung, menyebutkan perkara nomor: LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS tanggal 11 Juni 2019 itu atas nama pelapor Ajrudin (54) warga Pekon Wates Pringsewu, Kecamatan Gading Rejo, dengan terlapor atas nama Bambang Urip Tri Martono (54) warga Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu. Dan dalam laporan korban berdasarkan keterangan Bambang Urip Tri Martono menyebut nama Wakil Bupati Pringsewu.

Penyusuran

Ditkrimum Polda Lampung kemudian melakukan gelar perkara pada tanggal 24 September 2020, sehingga kasus kemudian ditingkatkan kepenyidikan. Direskrimum Polda Lampung Kombes Pol Muslimin Akhmad menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh penyidik dan sudah di dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tertanggal 12 Oktober 2020.

Dalam bukti laporan polisi pelapor menyebutkan Bambang atas nama Wakil Bupati Pringsewu, menjanjikan proyek insfrastruktur di wilayah Kabupaten Pringsewu senilai Rp4 miliar. Pelapor percaya karena Bambang diketahui menjadi orang dekat atau anak buah Wakil Bupati Pringsewu. Bambang meminta sejumlah uang dan diberi uang kast Rp300 juta berikut satu unit mobil merek Toyota Alfath VELLFIRE 2.4 AT Tahun 2008 wama Hitam B-315-HD

Kepada Ajrudin, Bambang berdalih bahwa yang memintanya adalah Wakil Bupati Pringsewu. Pada Kamis tanggal 06 Juni 2018 sekira jam 16.00, Ajrudin menyerahkan uang sebesar Rp300 juta dan satu unit. mobil Toyota VELLFIRE 2.4 AT Tahun 2008 kepada Bambang, namun hingga saat ini Proyek Insfraktruktur Jalan Rp4 miliar yang dijanjikan Bambang itu tidak ada

Merasa tertipu, korban kemudian melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan, ke Polres Tanggamus tanggal 11 Juni 2020, dengan nomor: LP/B-795/VII/2019/LPG/RES TGMS tanggal 11 Juni 2019. Dari Polres Tanggamus perkara itu di limpahkan ke Polres Pringsewu, dan satu bulan kemudian oleh Polrest Pringsewu dilimpahkan ke Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

Belum ada keterangan resmi dari Ditkrimum Polda Lampung terkait proses penanganan kasus tersebut. Sementara satu unit mobil Toyota Alphard Vellfere B-2904-SBR itu kini diamankan sebagai barang bukti di Polda Lampung. Pelapor sudah dimintai keterangan. “Pak dir sedang tidak ditempat mas, mungkin bisa besok datang kembali, atau kordinasi dengan humas Polda,” kata petugas di Ditkrimum Polda Lampung.

Pekan ini, Ditkrimum Polda Lampung menjadwalkan pemeriksaan kepada lima orang saksi, Senin, Selasa, 2-3 Noovember 2020. Andreas Andoyo (Dosen), Ahmad Muslimin (Swasta), Tumiyono (Swasta), Fasmanto (sawsta), Erik Satria (Polri), Hasan Fauzi (pns). Para saksi diperiksa penyidik AKBP Heru Irianto, dan Aiptu J Siregar.

Sementara Wakil Bupati Pringsewu DR Fauzi, belum merespon konfirmasi terkait namanya di sebut sebut dalam kasus tersebut. Meski pesan konfirmasi sidibaca, namun belum di jawab.

Informasi lain menyebutkan Ajrudin di ketahui mantan seorang wartawan yang biasa liputan di wilayah Pringsewu. Sementara Terlapor Bambang Tri Urip diduga hanya orang yang mengaku dekat dengan Wakil Bupati. Kasus itu kini di tangani Ditkrimum Polda Lampung.(SnrL/Riski)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here