Kasipidum Dennie Belum Terlihat Terima Suap Dalam Kasus Petinggi Darussalam Yang Dianggap Lambat Diteliti Jaksa

0
92

BERITAINDONET.COM, Lampung: Kasus Tersangka Tersangka Darussalam makin hari menjadi konsumsi Publik.  Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM) Lampung kembali layangkan surat ke Instansi Peneliti kasus itu yakni Kejaksaan Tinggi Lampung. Termasuk kalangan praktisi menelisik kasus itu jangan sampai ada indikasi suap.

Dewan Direktur Masyakat Transparansi Merdeka (MTM), Ashari Hermansyah, kepada media mengatakan Dia turut prihatin atas lambatnya penanganan perkara tersebut. Ia mengatakan dalam realitasnya, proses Penyidikan di Polresta Bandar Lampung memakan waktu cukup lama sejak Pelapor Nuryadin menyampaikan laporannya di Polresta Bandar Lampung tertanggal 18 Februari 2020 Nomor : LP/B-1/405/II/2020/LPG/SPKT/RESTA BALAM, Jumat, (02/10/2020), dan berlanjut pada penelitian jaksa.

Surat bernomor : DIR.051 /MTM-BDL/ X /2020, tertanggal 02 Oktober 2020, kepada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung perihal Permohonan dilakukan Penahanan Tersangka Darusalam dan M.Syaleh atas perkara dugaan Tindak pidana sebagaimana sangkaan 378 KUHP dan/atau 372 KUHP.

Kemudian sambung, Ashari,  dalih apapun bahwa yang namanya penegakan Hukum di Indonesia harus menerapkan prinsip-prinsip dasar rule of the law, transparansi, accountable, jujur, cepat, adil, proporsional dan balancing,

“Selebihnya pada perkara hukum tersebut bisa dikatakan perkara ringan dan biasa, namun kami memiliki Argumen yang berbeda. Menjadi pertanyaan, Mengapa perkara hukum yang masuk dalam katagori ringan memakan waktu lama untuk diteliti Jaksa dan ditambah terlapor yang sudah dinyatakan statusnya Tersangka?

Selain kepada Kejari bandar Lampung, Pihakanya juga mengharapkan kepada
Jaksa Agung Republik Indoensia, Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, dan
Kepala Kejaksaan Tinggi lampung melakukan pengawasan intensif terhadap perkara tersebut agar terhindar dari hal-hal yang dipandang publik memiliki sisi negatif,

Penasehat Hukum Pelapor, Handri Martadinyata, SH kepada media menyampaikan desakan kepada Kejaksaan Negeri Bandar Lampung melalui surat nomor 02/SK-Din/KH -Fikra /LS/ X/ 2020 perihal Pengaduan dan permohonan pengawasan Perkara.

David Sihombing, salah satu praktisi hukum mengomentari kasus itu, melihat dari sisi suap menyuap. Ia menjelaskan posisi seperti ini belum ada bukti yang pasti masuknya suap-menyuap, namun jika terpaksa harus dibongkar semua bisa saja semua terjadi. “Bahasa suap kan itu riskan, namun bisa saja bukti perjalanan kasus sebagai pertanda,” ucap David Sihombing ke beritaindonet.com.

Sementara kuasa hukum Tersangka Darussalam Ahmad Handoko kepada awak media menjelaskan akan mampu patahkan penetapan Tersangka Kliennya. Dan ia meminta agar mengutakan praduga tak bersalah.

Kasipidum Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Dennie Sagita, ketika dikonfirmasi Via WhatsApp, atas kasus tersebut, Sabtu, (3/10/2020) sekitar pukul 15.41 WIB, tidak memberikan tanggapan sama sekali. (R.1.1).    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here