Kakek 70 Tahun Dilimpahkan Dikejaksaan, Teman Satu Kasusnya Yang Masih Tergolong Muda Tidak Terlihat Saat Pelimpahan

0
173

BERITAINDONET.COM, Bandar Lampung: Darussalam petinggi partai asal Lampung tidak terlihat di Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Kamis, (12/11/2020) pada saat pelimpahan orang dan barang bukti perkara dengan Tersangka M.Saleh, meskipun Masyarat Transfaransi Merdeka (MTM) mengirimkan surat ke Penyidik di Polresta Bandar Lampung  dan Kejaksaan Senin, (21/9/2020) agar kasus Darussalam segera juga dimajukan.

Tersangka M. Syaleh Saat Pelimpahan

Pada saat pelimpahan tersangka M. Saleh di Kejaksaan, hingga berakhirnya proses administrasi pelimpahan mendekati magrib, tidak ada berita penangguhan. Sahabat tersangka mengaku bernama Edi mengaku sangat sedih, bukan hanya sekedar karena sahabatnya ditahan, melainkan karena melihat situasi keberangkatan seorang kakek tua yang terlihat bisa mendekam dalam pernjara, dan terlapor lainnya bernama Darussalam belum juga mengalami hal yang sama.

“Ga kuat saya melihatnya, semoga bapak itu sehat selalu, semoga ada keadilan jika keduanya terlapor dan tersangka biasanya menjalani hal yang sama, ini cukup unik” ujar Edi di samping pintu ruangan pelimpahan perkara kejaksaan.      

Diketahui sebelumnya, Ashari Hermansyah Dewan Direktur Transfaransi. Meminta secara tertulis penegak hukum segera memproses kasus secara utuh. “Kami Masyarat Transfaransi Merdeka yang peduli dalam penegakan hukum di Bumi Ruwa Jurai, dengan perihal Meminta Polresta Bandar Lampung dan Kejaksaan Tahan Tersangka,” disampaikan dalam isi suratnya.

Permintaan tersangka ditahan dalam kasus yang diduga menipu korban Nuryadin, yang diakui berakibat kerugian hingga miliaran rupiah. Kuasa hukum korban Handri Martadinyata sering menjelaskan sudah sepatutnya dilakukan penindakan tegas dengan cara menahan tersangka, karena terlihat tidak ada niat baik meskipun para Terlapor sudah naik status dalam dugaan penipuan dan Penggelapan.

Diberitakan sebelumnya, Sodri Pasiwaratu Gelar Ratu Sejagat, Tokoh Lampung, menelisik rumitnya persolan yang membendung masalah penahanan Tersangka Darussalam, salah satu kader Partai Gerindra. Pasalnya tersangka belum ditahan meskipun tersangka belum melakukan penyelesaian kepada Korban Nuryadin/Pelapor yang mencapai miliaran rupiah.

“Jika Back Up Tersangka Darussalam Lebih Tinggi Pangkatnya, Bisa Kemungkinan Besar Polresta Balam Tidak Berani Menahan, ” ujarnya.

Yang tidak baik menurut Ketua Formalab ini ialah ketika masyarakat tidak yakin lagi dengan Polresta. “Klo saya yakin bahwa Polresta masih menjaga nama baiknya dalam hubungannya dengan marwah Polri, jika Polres tidak menjaga nama baiknya dalam kasus ini, kita siap turun aksi, saya sendiri malu dengar semua ini” ungkap Ratu Sejagat mengomentari kasus Tersangka Darussalam.

Senada dengan pendapat Tokoh Lampung, Sodri, Praktis Hukum senior, DR. (Can) Pitriadin, S.H., M.H yang mengemukakan pemberian pemenuhan hak dari Korban adalah langkah hukum yang rasioanal sebagai pengganti Tersangka tidak ditahan. Ia mengatakan yang disampaikan praktisi lainnya merupakan bentuk penegakan hukum berkeadilan.

“Sangat rasional yang disampaikannya terkait tujuan awal melapor ialah untuk mendapatkan rasa keadilan. Apa maksud mereka Tersangka tidak ditahan dan tidak ada penyelesaian dari Terlapor kepada Korban ? Korban itu melapor untuk mendapat rasa adil,” uangkapnya mengomentari kasus Tersangka Darussalam.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya kepada menyangkal adanya perlakuan khusus pada diri tersangka, termasuk menepis pertanyaan sahabat adalah alasan tidak ditahannya Tersangka yang sudah merugikan korban sesuai laporan. “Tidak ada bedanya,” ujar Kombes Pol Yan Budi Jaya

Kasus ini bermula dari Laporan Polisi Nomor: LP/B/405/II/2020/LPG/Resta Balam tertanggal 18 Februari 2020. Dilaporkan karena menurut pihak korban Terlapor telah diduga membuat janji bohong dan penggunaan uang tidak pada peruntukan, dengan menerima uang dari korban untuk pembuatan sporadik sesuai dengan Kwitansi tanda penerimaan uang 09 September 2014 dan 12 September 2014, para terlapor diduga menjanjikan korban akan mendapat untung miliaran rupiah dari hasil penjualan 16 hektar atas objek tanah yang terletak di Jalan Yossudarso RT:01, RW:01, Kelurahan Bumi Waras, Teluk Betung Selatan-Kota Bandar Lampung. Alhasil faktanya hingga laporan dibuat, semua janji Terlapor nihil. (R.1.1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here