Hati-hati: BNI Rencana Lelang Tanah Bersengketa Di Pengadilan, Penetapan Lelang Terbit

0
286

BERITAINDONET.COM, Lampung: PT. Bank Negara Indonesia (Pesero), Tbk, masih berani memberikan pemberitahuan lelang atas objek tanah bersengketa. Pada hal jauh-jauh hari BNI telah menerima pemberitahuan sidang pengadilan, kasus perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang.

Tidak jelas tergambar maksud tindakan Bank BNI atas langkah yang ditempuh. Langkah yang diambil Bank BNI dianggap sebagai langkah unik karena terlihat arah keberanian menerobos hukum.

David Sihombing, kuasa hukum Sachrudji Maun Putra mengatakan kaget melihat langkah hukum BNI. Ia mengatakan baru kali ini mengetahui di tengah sengketa pengadilan muncul penetapan lelang dan dikirimkan kepada Kliennya.  

“Kami pernah mempertanyakan ke BNI Tanjungkarang , meminta diberikan surat atas kebenaran pengagunan debitur atas nama PT. Prima Alindra Perkasa Kalianda. Karena Pengakuan pihak Bank objek tanah agunan lokasi Bandar Lampung itu ditandatangan di Metro, tapi pengakuan klien saya tidak pernah tahu dimana alamat Bank BNI di Metro.” tandas David Sihombing ke beritaindonet.com, Jumat (10/5/2019).    

David menjelaskan, BNI tidak perlu serasa menakut-nakuti dengan memberikan pemberitahuan lelang, karena nantinya akan terungkap siapa sipelaku rekayasa.

“Ini surat BNI, perihal penetapan lelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Bandar Lampung No.S.2021/WKN.05/KNL.03/2019 atas objek tanah SHM Nomor150/Dp.- atas nama Sachrudji Maun Putra, yang terletak di Jalan Cut Nyak Dien Nomor 40, RT:08, Lingkungan II, Desa Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Barat (sekarang Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat), Bandar Lampung. Tanah itu status sidang pengadilan,” ujar sembari membaca surat pemberitahuan lelang Bank.

Dijelaskannya, gugatan yang diajukan berisikan Perbuatan Melawan Hukum. Gugatan dimajukan 29 April 2019, perkara nomor 98/Pdt.G/2019/PNTjk antara Kliennya melawan: Tergugat I: Direksi PT. Prima Alindra Perkasa Kalianda yang beralamat di Jalan Cut Nyak Dien Nomor: 40, Lingkungan 2, RT: 008, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Tergugat II:Direksi PT. Bank Negara Indonesia, (PERSERO) Tbk Cq. Kantor Cabang Utama Tanjung Karang yang beralamat di Jalan Kartini Nomor: 51 Bandar Lampung.

Ditambahkan kuasa hukum ini, gugatan dengan kronologi penyerahan sertifikat ke BNI Tanjungkarang dari Kliennya hanya sebagai Bank Garansi, bukan sebagai objek agunan.

“Isi gugatan menjelaskan: penyerahan sertifikat peruntukannya Bank Garansi, bukan pengagunan atau kredit, karena jika benar diagunkan, uang hasil agunan itu dikasih kesiapa ? Persetujuan menyerahkan satu buku tanah kepada BNI langsung dari Klien saya dengan syarat tidak boleh disalahgunakan dan apabila telah selesai peruntukan Bank Garansi oleh PT Prima, maka  sertifikat harus dikembalikan, tetapi belum dikembalikan BNI hingga saat ini.” pungkas David

Masalah lain yang dibahas dalam gugatan, Kliennya tidak pernah menandatangani peralihan hak atas tanah dan bangunan kepada siapapun sesuai Sertifikat Hak Milik (SHM)  Nomor: 150/Dp.- atas nama Sachrudji. Sehingga diakui tidak berdasar objek tanah itu menjadi agunan bank, dan harus dikembalikan jika perjanjian Bank Garansi telah berakhir. (Muhammad Julian/R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here