Dugaan Adanya Indikasi Keterlibatan Cukong Ikut Andil Di Pilwakot Lampung

0
43

BERITAINDONET.COM , Bandar Lampung :Bawaslu Kota Bandarlampung mulai mengendus adanya keterlibatan para cukong (corporate,red) yang ikut andil dalam ajang pemilihan walikota dan wakil walikota Bandarlampung 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung, Candrawansah kemarin menjelaskan, keterlibatan para cukong tersebut mulai nampak setelah adanya tindakan nyata dalam aksi pembagian sembako yang secara masif dilakukan oleh salah satu paslon di Bandarlampung.

Menariknya, sembako yang dibagikan itu sama persis dengan sembako yang dibagikan paslon lain di pilkada Lampung Tengah (Lamteng) dan Lampung Timur (Lamtim).

“Tidak bisa kita pungkiri adanya indikasi cukong yang membiayai salah satu calon di setiap ajang pilkada di Provinsi Lampung, termasuk pilkada Kota Bandarlampung,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif pada pemilihan walikota dan wakil walikota Bandarlampung 9 Desember 2020 di Emersia Hotel Bandarlampung, kemarin.

Kegiatan yang diikuti sejumlah media, OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda), dan peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Kota Bandarlampung, Candra – sapaan akrab Candrawansah – mengakui Provinsi Lampung selalu memiliki dinamika tersendiri di setiap ajang pemilihan kepala daerah.

“Provinsi Lampung ini merupakan salah satu center politik yang selalu berubah-ubah. Dan punya daya tarik sendiri untuk diamati dan diikuti, oleh para pengamat, politisi dan lain sebagainya” ungkapnya.

Sementara untuk Kota Bandarlampung, kata dia, merupakan peradaban politik di Provinsi Lampung. Sehingga menjadi fokus dan sangat diminati dan diikuti.

“Di Bandarlampung ini banyak muncul opini. Mulai dari masyarakat yang akan mencalonkan diri sampai penetapan calon,” kata dia.

Kendati demikian, aktifis Muhamadiyah ini mengaku, pihaknya cukup sulit untuk membuktikan keterlibatan cukong dalam setiap ajang pilkada.

Untuk itu, dirinya mengharapkan peran serta masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif.

“Dengan adanya bantuan semuanya, dengan keterlibatan semuanya dalam melakukan pengawasan partisipatif, saya meyakini tidak ada yang bisa melakukan tindakan yang tidaj sesuai aturan yang ada,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, bakal ada dampak terhadap masyarakat pada nantinya jika kepala daerah yang terpilih itu didukung oleh cukong.

“”Seorang kepala daerah yang dibiayai oleh cukong, jika terpilih, orientasi dia adalah bagaimana caranya untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan oleh cukong. Dan disini siapa yang kena dampak, ya mereka para masyarakat yang kena dampaknya,” jelasnya. (edtl/Dani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here