DUA RUMAH MEWAH CITRA LAND SENILAI MILIARAN ROBOH TERSERET LONGSOR

0
57

BERITA INDONET.COM , Bandar Lampung : Dua rumah anyar di blok 9 Davinci, dalam komplek perumaha Citra Land, Jalan Raden Imba Kusuma, Sumur Putri, Tanjungkarang Barat, roboh akibat longsor, Selasa 26 Januari 2021, sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kasus tersebut.

Dua rumah mewah berharga miliar rupiah itu hancur terseret longsor diduga akibat kontur tanah yang tidak meninggi, karena lokasi perumahan komersil dan mewah Citra Land memang terletak di wilayah pegunungan Kota Bandar Lampung yang sebelumnya merupakan zona kawasan hijau dan daerah resapan air.  Sementara warga penghuni lain mulai was was dan khawatir longsor susulan.

Dua rumah tersebut berjajar empat unit saling menempel satu sama lainnya. Sedangkan dua rumah yang berwarna putih berada di dataran tinggi, tiba-tiba tanahnya bergerak, dan pondasi rumah bergeser lalu ambruk.

Peristiwa ambruknya dua rumah mewah di kawasan Citra Land tersebut terekam kamera seorang wartawan lokal di Bandar Lampung Yudi Ceper, yang sedang melakukan peliputan. Dalam videonya yang viral di media sosial, tampak dua rumah tersebut mulai terlihat bergerak, mengikuti tanah yang mulai longsor.

Saat itu, masih terdapat beberapa tukang yang mengerjakan rumah lainnya, yang belum selesai, dan belum dicat. “Dari hasil pemantauan kami yang sedang melakukan peliputan berita, sangat beruntung dapat merekam secara langsung kejadian itu, yang berlokasi di Blok Davinci Citraland,” kata Yudi Ceper, jurnalis televisi lokal di Lampung.

Menurut Yudi, dua rumah mewah di Blok Davinci Perumahan Citraland, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, yang ambruk tersebut, karena tanah dataran tinggi tempat rumah dibangun terlihat longsor. Beberapa orang sempat melihat kondisi rumah sudah mulai bergerak, dan menyuruh agar orang menjauhi rumah tersebut

Dalam hitungan detik, rumah mewah tersebut ambruk terbawa tanah longsor. Belum ada keterangan dari pihak pengembang Citraland, terkait ambruk dan tanah longsor di kawasan Citraland. Dan sehari sebelumnya, Kota Bandar Lampung diguyur hujan deras turun hujan sejak Sabtu 23 Januari 2021 malam, hingga Ahad 24 Januari 2021 petang.

Hujan lebat pada Sabtu, Ahad, dan Senin petang, membuat kawasan dataran tinggi Telukbetung Selatan yang dikenal daerah perbukitan, menjadi rawan longsor. Kawasan perumahan mewah Citraland sebelum dibangun merupakan daerah hutan perbukitan.

Sejak pembangunan perumahan dari berbagai pengembang kawasan dataran tinggi (perbukitan) kota Bandar Lampung mulai gundul. “Sekarang sudah banyak perumahan dan tempat-tempat wisata yang dibangun di kawasan perbukitan dekat kawasan hutan negara Gunung Betung Wan Abdul Rahman,” ujar Yudi, warga Telukbetung.

Menurut bapak dua anak tersebut, yang setiap hari mondar-mandir Telukbetung – Hanura (Pesawaran), pembangunan perumahan dan tempat wisata alam terus tumbuh pesat. Dampaknya hutan perbukitan sudah mulai gundul, dan air mulai tidak terserap sehingga mengalir ke pusat kota Bandar Lampung.

Wakil Walikota Bandar Lampung Yusuf Kohar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, bersama beberapa pejabat, termasuk Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung Yuhadi, mendatangi lokasi longsor, yang peristiwanya berhasil direkam warga, dan cepat viral di media sosial.

Komisi III Minta Stop Pembangunan Citra Land

Ketua Komisi DPRD Kota Bandar Lampung H. Yuhadi, mengatakan kasus ambruknya dua unit rumah di Citra Land itu harus menjadi perjatian serius Pemda Kota Bandar Lampung dalam memberikan izin, Yuhadi juga meminta pengembang Citra Land untuk menghentikan sementara pembangunan di lokasi perbukitan tersebut.

“Lokasi Citra Land mustinya menjadi resapan air, kini dibangun perumahan mewah. Banyak hal yang musti dikaji kembali, agar tidak terjadi petaka di kemudian hari. Selama ini, Pemkot Bandar Lampung asal teken memberi kemudahan izin dalam pembangunan, termasuk perumahan,” kata Yuhadi.

Yuhadi, menegaskan perlu kajian Amdal. UKL UPL. Kemudian Pealbanjir dan alas hak berupa sertifikat yang digabungkan adakah daerah aliran sungai (DAS). “Kita minta stop dulu sementara pembangunan Perumahan Citra Land. Kita akan mengkaji berbagai hal termasuk siteplantnya,” tegasnya.

Menurut Yuhadi, perlunya pengkajian kembali, agar masalah pembangunan Citra Land terang-benderang, kenapa sampai terjadi longsor di perumahan elite tersebur. “Kita minta stop pembangunan Citra Land. Sebelum semuanya jelas. Dan jika terdapat pelangaran yang besrsifat pidana membahayakan nyawa manusia kita meminta aparata mengusutnya,” ujar Yuhadi .(Sap/ Red )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here