Dituduh Selingkuh Dengan Mantan Kekasih, Kena Tampar: Berujung Kursi Pesakitan

1
25

BERITAINDONET.COM (Lampung): Lutfi Ahmad Hendrawan (25) warga Perum Nusantara , Kecamatan Sukabumi kota Bandar Lampung Rabu (8/5)  duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang. Ulahnya dianggap sebagai penyebab. Perbuatannya diduga menampar istri yang dia sayang. Kesayangan bukan berarti tak dapat emosi, kesayangannya mengadukan suaminya ke pihak berwajib dan perkara mereka disidangkan.  

Dalam agenda dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustini menjelaskan di muka sidang yang diketuai oleh Masriati, terdakwa melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga terhadap saksi korban YO, yang tak lain adalah istrinya sendiri. Hasil bukti kekerasan itu adanya visum et repertum RSUD Abdul Moeloek dengan nomor 353/ 08 05/VII.02/4.13/II/2019 tanggal 16 Febuari 2019 yang ditanda tangani oleh dr.M.Galih.

Kejadian bermula pada Minggu (13/2)2019 sekitar pukul 22.00 di kediaman Mertua (Ibu Korban) di Perumahan Nusantara Permai Blok E 6/21, Kelurahan Nusantara, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung-Provinsi Lampung. Saat itu terdakwa datang menjemput istri dan anaknya .Setibanya di rumah mereka, terdakwa meminjam HP saksi korban dengan dalih ingin melihat aplikasi online. Akan tetapi hasil mengecek HP korban, terdakwa marah, dan menampar saksi korban. Terdakwa memberikan tuduhan selingkuh dengan mantan kekasihnya dulu.

Hal berbeda disampaikan Terdakwa, terdakwa di muka persidangan mengatakan penyebab dirinya menampar saksi korban karena anaknya yang berusia 1 tahun 6 bulan terjatuh dari tempat tidur dan muntah. Terkait tuduhan selingkuh terhadap saksi korban, terdakwa meyakinkan tuduhan selingkuhnya pada bukti panggilan terakhir dari mantan kekasih saksi korban/istrinya di HP saksi korban yang baru saja dilihatnya.

Pasangan ini pun ternyata sudah sering ribut. Dipersidangan terdakwa mengakui sering bertengkar istrinya. Istri diakui sering berkata kasar dan melarang terdakwa bertemu keluarganya. Alasan lain penyebab masalah dijelaskan ketika ada keterlibatan keluarga mengadukan kejadian ke Polresta Bandar Lampung.

Jaksa Penuntut Umum  mendakwa perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 44 Ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pasal 351 Ayat (1) KUHP. (Khatarina/R1.1)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here