Ditengah Pademi Covid-19 Lapas Gunung Sugih Terus Giat Membekali Ketrampilan Pertanian ,Perternakan dan Perbengkelan Untuk Bekal WBP Dimasyarakat Luar

1
32

BERITAINDONET.COM , Gunung  Sugih:Patut dicontoh Meskipun di tengah pandemi covid 19, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah terus giat membimbing warga binaanya agar kelak bebas nanti mendapatkan bekal kerajinan dari Lapas Gunung Sugih.

Wbp saat mengelolah serai merah

“tidak hanya bercocok tanam  ,menanam jagung dan sere merah ke trampilan lain pun terdapat di lapas gunung sugih seperti , peternakan ,pengrajin tapis dan bimbingan bengkel.

“kami sangat senang karena diajarkan berbagai ke ahlian di lapas Gunung Sugih ,ini mas jadi kelak kami bebas berkumpul dengan masyarakat luar nanti bisa untuk bekal kami diluar untuk menjadi warga yang berguna dan dapat memberikan kebutuhan keluarga tanpa melangar hukum lagi.ungkap salah satu wbp lapas Gunung Sugih(31/8/2020)

Pegawai Lapas meninjau hasil tanam jagung wbp

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Gunungsugih, Sohibur Rachman mengatakan, pihaknya mendorong para warga binaan untuk mandiri dan bisa berwirausaha dengan mengelola usaha pertanian, perikanan, peternakan juga pertukangan, perbengkelan, kuliner hingga pangkas rambut.

Karena itu, dirinya mewajibkan narapidana yang tinggal menjalani masa hukuman tiga bulan ke depan untuk dilakukan pelatihan untuk menjadi wirausaha.

Pelatihan kewirausahaan itu agar mereka memiliki ketrampilan sehingga bisa hidup mandiri dan tidak menggantungkan ke orang lain.

“Kami berharap usaha pertanian itu nantinya mereka warga binaan setelah bebas menjalani masa hukuman bisa menggeluti usaha pertanian di kampung halamannya,” kata Sohibur Rachman.

Bahkan belum lama ini, kata dia, warga binaan berhasil memanen ikan lele. Selain itu, warga binaan juga di ajarkan untuk mengembangkan tanaman cabai, kencur hingga tanaman sayuran lainya.

Kalapas Sohibur Rachman, terus meningkatkan pengetahuan bertani kepada para narapidana agar berhasil mengembangkan usaha pertanian. Kuncinya, pertanian itu pertama menggunakan benih yang berkualitas, dengan cara penggunaan pupuk yang berimbang antara organik dan non organik juga tersedia jaringan air dan dilakukan pestisida,” tuturnya.

“Dengan di berikan ilmu ketrampilan dan ke ahlian mudah- mudahan warga binaan Lapas kelas II B Gunungsugih, setelah selesai menjalani hukuman, bisa kembali bersama keluarganya dan masyarakat sudah memiliki ketrampilan.

Sebab, dengan di bekali ketrampilan pertanian, akan menciptakan kemandirian sehingga tidak kembali melakukan perbuatan melanggar hukum. Selama ini, mereka warga binaan sudah sejak beberapa bulan telah menggarap pertanian jagung dan saat ini sudah berusia 40 hari,” pungkasnya.( Riski)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here