Diduga Mobil Dinas Diganti Plat Hitam,Membawa Pengeras Suara Rekaman Suara Seperti Di Berapa Lampu Merah ,Saat Pasangan Rycho -Jos Berkampanye

0
119

BERITAINDONET.COM,Bandar Lampung:Aksi sejumlah oknum aparatur pemerintah di Kota Bandar Lampung dinilai sudah kelewatan. Berbagai cara mereka lakukan untuk mengganggu kampanye pasangan Rycko Menoza-Johan Sulaiman di setiap wilayah kota tersebut.

Poto:mobil dinas yang diganti plat hitam

Salah satu tim Rycko-Jos, Magdalena, hal ini terjadi di wilayah Teluk Betung Selatan, salah satu Ketua RT sempat mengamuk kepada tim kampanye Rycko Menoza. RT tersebut tidak terima dirinya diambil gambarnya saat mengambil foto kampanye Rycko Menoza yang sedang mengunjungi warga dari rumah ke rumah.

Namun, anggota tim lainnya berhasil meredam dan menenangkan situasi agar kembali kondusif dan kampanye tersebut tetap berjalan sampai selesai. Selain itu, di beberapa lokasi, para oknum ini mengirimkan orang untuk membawa pengeras suara yang dipasang diatas kendaraan mobil atau motor roda tiga untuk ‘merecok’ dan mengikuti kampanye pasangan Rycko-Jos di setiap titik lokasi kampanye.

Saat kampanye Rycko-Jos berlangsung mereka meninggikan volume pengeras suara yang berisi imbauan dari walikota Bandarlampung Herman HN agar mererapkan protokol kesehatan. Namun seusai kampanye Rycko-Jos mereka menggantinya dengan rekaman ceramah salah satu da’i yang dipolitisasi untuk mengintimidasi warga di lokasi tersebut.

Ketua Gaspool Lampung, Miftahul Huda, mengatakan disinyalir ada mobil-mobil oknum camat dan para aparatur sipil negara lainnya yang dipasang pengeras suara tersebut berkeliling ke rumah-rumah yang disinyalir menggunakan plat nomor palsu.

Setelah melakukan penelusuran, lanjutnya, dirinya mendapatkan rekaman video dan foto-foto sebuah minibus Toyota Avanza warna hitam yang berkeliling membawa pengeras suara itu. “Kami cek nomor polisi Avanza itu di E-Tilang Polri kendaraan terdata Mitsubishi jenis Jeep warna putih berbahan bakar solar. Ini jika benar terbukti, adalah pelanggaran atas Pasal 280 UU LLAJ dengan ancaman pidana 2 bulan dan denda Rp500 juta. Jangan main-main, Polisi harus menindak hal seperti ini,” ujarnya.

Sebelumnya Tim pemenangan pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Bandarlampung Rycko Menoza-Johan Sulaiman (Rycko-Jos) mengadu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Senin 5 Oktober 2020. Tim Hukum dan Advokasi Rycko-Jos, Ansori, SH, MH mengatakan, aduan itu disampaikan pada Bawaslu, Senin, pukul 14.00 WIB(R1/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here