David Sihombing Membenarkan Pernyataan Kapolsek Kompol Yana, “Pegawai Kementerian Mendorong Mahasiswa, Sebagai Pemicu”

2155
1056

Lampung (beritaindonet.com): Kuasa hukum Korban Pemilik tanah, David Sihombing membenarkan pernyataan Kapolsek Teluk Betung Selatan Bandar Lampung mengenai pemicu kerusuhan yang terjadi di kantor Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Bandar Lampung, Rabu (20/2/2019), pasalnya mahasiswa dengan baik-baik mengeluarkan aspirasinya, namun disambut dengan sikap reaktif, sehingga membuat mahasiswa kepancing emosi. 

“Saya ditelpon dengan keluarga yang punya tanah untuk datang ke lokasi, saya lihat mahasiswa dihadang oleh yang berbaju putih sekitar puluhan orang, setahu saya mereka semua pegawai kementerian, “ ujar David Sihombing ke beritaindonet.com ketika ditanya pemicu kerusuhan seperti yang disampaikan Kapolsek setempat. 

Aksi makin memanas saat peserta demonstrasi tidak dapat bertemu dengan pimpinan Direktorat Jendral Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.


Massa pun masuk, aksi dorong mendorong pun tak terelakkan hingga memecahkan kaca dan jatuh beberapa korban mahasiswa. 

David mengatakan ketika ada aksi mahasiswa yang peduli terhadap pembangunan proyek negara tidak perlu dihadang kasar, Ia menegaskan pegawai kementerian harusnya lapang dada atas aksi solidaritas.

“Info yang kita peroleh enam orang mahasiswa terluka, dan sedang divisum, langkah hukum sedang dipersiapkan, atas tindakan para pegawai kementerian“ ujar David.

Mengenai rencana aksi lanjutan yang informasinya dalam jumlah lipatan besar kata Pengacara korban ini harus dikonfirmasi langsung ketua umum HMI, mengingat teknis demo mahasiswa mempunyai cara tersendiri dalam menyuarakan aspirasi.

“Saya mendengar sekilas informasi akan adanya rencana aksi besar besaran, karena bisa saja mahasiswa merasa dipermainkan, sehingga mereka harus ada tindakan lanjutan,” ungkap David Sihombing.

Terkait dasar utama turunnya mahasiswa menyuarakan aspirasi menurut David karena ditemukan masalah pembebasan lahan proyek negara, sebagai respon atas ucapan Calon Presiden mengenai tidak adanya masalah pembebasan lahan, termasuk ditemukannya masalah dugaan permainan yang perkaranya jelas namun serasa ditutup mata. 

“Saya pikir yang terjadi adalah tergeraknya hati nurani mahasiswa, karena perkara ini jelas ada persoalan dugaan penyalahgunaan wewenang dan dugaan pemalsuan surat, namun masih dicairkan oleh kementerian balai besar, saya yakin orang bodoh pun memahami itu salah, namun terkesan dibiarkan, siapa yang tidak marah? barang tentu semua angkat bicara” imbuh David. (R1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here