Banyak Kejangalan Kasus Narkoba 1,2Kg, Diduga Direkayasa Penangkapan, Istri Terdakwa Meminta Agar Kroscek Kebenaranya Di CCTV Saat Penangkapan

0
375

BERITAINDONET. COM, Bandar Lampung: Dugaan adanya rekayasa penangkapan kasus dengan barang bukti narkoba 1,2Kg, istri terdakwa Joni Efendi harapkan keadilan atas kasus narkoba yang menimpa suaminya. Ia yakin suaminya tidak bersalah dan barang tersebut bukan milik tersangka Joni Efendi. Kebenaran itu akan terungkap saat CCTV hotel berani diungkap.

Foto: Istri Terdakwa Joni Efendi

Erat dugaan sang suami dijebak dan barang tersebut bukanlah barang suaminya melainkan barang orang lain, sebagai barang siluman diduga milik oknum.

“Ia mas, saya yakin benar itu bukan barang suami saya itu, yakin saya, makanya saya mengharapkan untuk hakim yang termulia dapat melihat dari kronologis kejadian penangkapan pun banyak ke jangalan, namun jika berani mengungkap CCTV nya sebelum putusan, 100 % akan jelas siapa pelakunya,” ungkapnya ke beritandonet.com, Sabtu (19/9/2020).

CCTV Hotel Tango Hostel yang harusnya digunakan untuk mengungkap kasus, namun hingga kini tidak menjadi barang bukti

Masih kata istri terdakwa, jelas suaminya tidak paham apa yang terjadi ditengah suaminya masih baju dinas kerja diminta bantu sama Iwan yang masih saudaranya. “Waktu itu yang saya ketahui suami saya di telepon kawannya untuk ambil titipan baju dan uang saja, karena merasa kawan, akhirnya suami saya menurutinya dan tidak mengetahui bahwa saat di lokasi ternya barang tersebut narkoba sebanyak 1.2kg,” kata istri terdakwa.

Ironisnya, hanya Terdakwa Joni Efendi yang ditangkap oleh oknum Polda Lampung yang diduga sudah diatur untuk dilakukan penangkapanya.

Diberitakan sebelumnya, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian PUPR di Lampung, Joni Efendi Pasiwaratu (45), dituntut selama 15 tahun penjara atas kepemilikan narkoba jenis sabu sebanyak 1 kg lebih, pada sidang virtual di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis 10 September 2020.

Dalam tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maranita, mengatakan bahwa terdakwa Joni terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Menuntut terdakwa Joni Efendi Pasiwaratu dengan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan selama 6 bulan,” kata Jaksa Maranita.

Kasus 1 kg sabu lebih melibatkan terdakwa Joni ini berawal pada Selasa 11 Februari 2019 lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, terdakwa Joni sedang berada dirumahnya. Kemudian datang Siswanto alias Iwan (DPO) mengajak terdakwa untuk mengambil narkotika jenis sabu dari orang suruhan Firman (DPO) pada salah satu hotel di Kota Bandar Lampung.

Kemudian orang tersebut menyerahkan sebuah tas berwarna coklat dan terdakwa terima. Lalu terdakwa selempangkan, kemudian terdakwa turun kelantai bawah untuk menemui Siswanto yang menunggu terdakwa diparkiran hotel. “Sesampainya terdakwa diparkiran hotel dan belum sempat bertemu dengan Siswanto, datang Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Lampung untuk melakukan penangkapan terhadap terdakwa,” papar dia.

Polisi melakukan penggeledahan terhadap diri terdakwa dan menemukan barang bukti berupa 2 paket besar narkotika jenis sabu di dalam tas berwarna coklat yang terdakwa gunakan. Namum di lokasi penangkapan barang bukti itu hingga persidangan agenda tuntutan tidak ada bukti barang bukti itu dibuka dan difoto saat penangkapan dan barang bukti itu sudah musnah. Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Lampung. (R1/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here